Yemima HasiannaAstri WidiartiAgnes Immanuela Toemon
Masalah tidur umum terjadi di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran, akibat beban akademik yang tinggi dan tuntutan perkuliahan yang padat. Kurang tidur dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan performa akademik. Sleep hygiene yang meliputi praktik dan kebiasaan yang mendukung tidur yang baik, dapat menjadi solusi non-farmakologis untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara sleep hygiene dan kualitas tidur pada mahasiswa preklinik semester 7 Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross-sectional dengan 63 mahasiswa yang dipilih melalui metode purposive sampling. Sleep hygiene dinilai menggunakan Sleep Hygiene Index (SHI) dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9,5% mahasiswa memiliki sleep hygiene baik, 46% sedang, dan 44,4% buruk. Sebagian besar mahasiswa (84,1%) melaporkan kualitas tidur yang buruk. Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya korelasi positif sedang yang signifikan secara statistik antara sleep hygiene dan kualitas tidur (r = 0,401, p = 0,001). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif sedang antara sleep hygiene dan kualitas tidur pada mahasiswa preklinik semester 7 Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Kata Kunci: Sleep hygiene; kualitas tidur; mahasiswa preklinik fakultas kedokteran
Juliet Valeria SibaraniRatna WidayatiDian Mutiasari
Farida MuhtazahDonna KahanjakSintha Nugrahini
Maria Alberthin HabutDerri Tallo ManafeHerman Pieter Louis Wungouw