Seiring berjalan waktu, terjadi penurunan ketahanan tubuh pada sejumlah individu, yang menyebabkan munculnya masalah kesehatan. Fenomena umum yang diamati adalah hipertensi, yang sering disebut sebagai "the silent killer". Prehipertensi adalah tekanan darah seseorang berada di atas kisaran normal namun belum mencapai derajat hipertensi. Salah satu faktor yang diduga meningkatkan risiko hipertensi konsumsi kopi. Kopi mengandung kafein yang merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan, mempercepat denyut jantung, dan meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan konsumsi kopi mahasiswa preklinik FK UPR, mengetahui tekanan darah mahasiswa preklinik FK UPR serta mengklasifikasikan individu sebagai prehipertensi dan non-prehipertensi, Menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi kopi dengan kejadian prehipertensi. Metode penelitian observasional dengan desain penelitian potong lintang/cross sectional. Sampel diperoleh dengan menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 81 responden. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 81 responden mayoritas memiliki kebiasaan minum kopi sedang mengalami prehipertensi (120-139 mmHg/ 80-89 mmHg). Berdasarkan hasil uji statistic chi- square yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh p-value = 0,033 (p<0,05) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan kebiasaan konsumsi kopi dengan kejadian prehipertensi pada mahasiswa preklink Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Terdapat hubungan kebiasaan konsumsi kopi dengan kejadian prehipertensi pada mahasiswa preklink Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya.
Rizka Novia IdrusFitriah HandayaniKetut SuarayasaMohammad Salman
Juliet Valeria SibaraniRatna WidayatiDian Mutiasari
Farida MuhtazahDonna KahanjakSintha Nugrahini
Yemima HasiannaAstri WidiartiAgnes Immanuela Toemon
Yelvi LevaniSofia LailiaDetti Nur IrawatiNafisah Nur'aini