Farida MuhtazahDonna KahanjakSintha Nugrahini
Konsentrasi adalah pemusatan pikiran, motivasi terhadap sesuatu dengan sampingan rasa kuatir, tertekan, serta panik agar tidak menghambat kesiapan seseorang. Salah satu faktor membuat sulit konsentrasi adalah kualitas tidur. Gangguan konsentrasi dapat dialami oleh pelajar, khususnya pada mahasiswa kedokteran karena secara kualitas dan kuantitas tidur terbatas. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah 212 mahasiswa preklinik Angkatan 2019, 2020 dan 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tehnik pengambilan sampel dengan proportionate stratified random sampling. Instumen dalam penelitian ini berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan Stroop Test untuk menilai konsentrasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 212 sampel diperoleh 55 orang memiliki kualitas tidur baik dan 157 kualitas tidur buruk. Hanya 39 orang dengan kualitas tidur baik yang memiliki konsentrasi baik. Terdapat 120 mahasiswa dengan kualitas tidur buruk namun memiliki konsentrasi baik. Hasil analisis menunjukkan nilai uji Chi Square P value (0,416 > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan atau keterkaitan yang signifikan antara kualitas tidur dan konsentrasi pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya.
Juliet Valeria SibaraniRatna WidayatiDian Mutiasari
Yemima HasiannaAstri WidiartiAgnes Immanuela Toemon
Maria Alberthin HabutDerri Tallo ManafeHerman Pieter Louis Wungouw
Agista Dewi MaulinaEka NurhayatiMiranti Kania Dewi