Permasalahan perparkiran di Kota Tasikmalaya terjadi mulai dari belum maksimalnya pendapatan retribusi parkir, masih adanya juru parkir liar, kurangnya pengawas juru parkir, kurangnya sosialisasi perubahan tarif parkir hingga keributan antara juru parkir dengan pengguna parkir. Fokus penelitian ini tentang retribusi parkir yang belum mencapai target dan selalu mengalami penurunan. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Retribusi Jasa Umum Penyelenggaraan Transportasi Bidang Perparkiran pada Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya yang dilihat dari: 1) Konten kebijakan yang meliputi: a) Kepentingan yang mempengaruhi; b) Tipe Manfaat; c) Derajat Perubahan; d) Letak sebuah program; e) Pelaksana Program; dan f) Sumberdaya. 2) Konteks implementasi yang meliputi: a) Starategi; b) Karakter dan c) Tingkat kepatuhan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Implementasi kebijakan retribusi parkir belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan peraturan daerah nomor 5 Tahun 2011 tentang retribusi jasa umum. pertama, terkait konten kebijakan belum sepenuhnya termuat dalam kebijakan, meskipun hal itu merupakan bagian dari program atau kegiatan retribusi parkir. Kedua, terkait konteks implementasi dapat disimpulkan lingkungan mendukung terhadap apa yang tertuang dalam kebijakan.
Vinny Meiska PutriAdil Mubarak