JOURNAL ARTICLE

PADA GELAHANG: SUATU PERKAWINAN ALTERNATIF DALAM MENDOBRAK KEKUATAN BUDAYA PATRIARKI DI BALI

I Nyoman Pursika

Year: 2015 Journal:   Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol: 1 (2)   Publisher: Ganesha University of Education

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis persepsi masyarakat terhadapperkawinan pada gelahang sebagai perkawinan alternatif di Provinsi Bali, (2) menganalisissistem pewarisan dalam perkawinan pada gelahang bagi laki-laki dan perempuan, (3)menganalisis pola pengasuhan anak dalam perkawinan pada gelahang, (4) menganalisisproses pelaksanaan perkawinan pada gelahang, (5) menganalisis persamaan danperbedaan pelaksanaan perkawinan pada gelahang dengan perkawinan nyentana.Penelitian ini menggunakan pendekatan Etnography Research dalam paradigma penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali. Persepsi masyarakat Bali terhadapperkawinan pada gelahang termasuk positif, karena dipandang sebagai realitas yang sudah ada di masyarakat, dan tidak pernah dipersoalkan. Sistem pewarisan dalam keluarga yangmelaksanakan perkawinan pada gelahang di Bali pada dasarnya menganut asas parental, yaitu sistem pewarisan yang mewarisi pihak keluarga laki-laki dan keluarga perempuan.Pola pengasuhan anak dalam keluarga yang terbentuk melalui perkawinan pada gelahang pada umumnya memilih pola asuhan demokratis yang dicirikan dengan adanya hak dankewajiban orang tua dan anak adalah sama, dalam arti mereka saling melengkapi. Prosespelaksanaan perkawinan pada gelahang tidak berbeda dengan proses perkawinan biasa, dan pada umumnya dilaksanakan dengan proses meminang, yang sebelumnya diawalidengan masa pacaran. Dalam perkawinan pada gelahang ada dua kali upacara yang relatifsama, yaitu di rumah kediaman mempelai laki-laki dan di rumah kediaman mempelaiperempuan. Persamaan perkawinan pada gelahang dengan perawinan nyentana yaitu: sama-sama merupakan perkawinan alternatif, didasarkan cinta sama cinta, ada saksiagama (banten upacara) dan saksi sosial (masyarakat) dan sama-sama ingin mendapatkanketurunan. Sedangkan perbedaannya adalah bahwa perkawinan pada gelahang status laki-laki dan perempuan tidak ada perubahan status, sehingga sering disebut parental.Kedudukan anak-anak yang dilahirkan dimiliki secara bersama-sama, kecuali ada perjanjianlain. Aspek penting dalam perkawinan pada gelahang yang jarang ditemui adalah adakesepakatan antara suami dan istri yang disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak,perjanjian tersebut bisa tertulis dan bisa lisan.

Keywords:
Humanities Art

Metrics

3
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
16
Refs
0.03
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Gender and Women's Rights
Social Sciences →  Social Sciences →  Political Science and International Relations
Marriage and Family Dynamics
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Perkawinan Pada Gelahang Di Bali

Jayanti, I Gusti Ngurah

Journal:   Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research) Year: 2012
JOURNAL ARTICLE

Perkawinan Pada Gelahang Di Bali

Jayanti, I Gusti Ngurah

Journal:   Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research) Year: 2012
JOURNAL ARTICLE

PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM PERKAWINAN PADA GELAHANG

I Gede Putu MantraI Gede JanuariawanNi Putu Linda Mega Yanti

Journal:   VYAVAHARA DUTA Year: 2020 Vol: 15 (2)Pages: 163-171
JOURNAL ARTICLE

PERKAWINAN PADA GELAHANG DI BALI DALAM PERSPEKTIF DEONTOLOGI IMMANUEL KANT

Gede Agus Siswadi

Journal:   VIDYA SAMHITA Jurnal Penelitian Agama Year: 2022 Vol: 8 (1)Pages: 1-8
JOURNAL ARTICLE

Pengaturan Hak Waris Anak Dalam Perkawinan Pada Gelahang di Bali

Cindy Cindy

Journal:   Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Year: 2023 Vol: 2 (09)
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.