Gina AgustinaGebby Revana RamadhaniQayla Aulia Az-zahra
A B S T R A KFenomena wandering atau berkeliaran tanpa tujuan yang jelasmerupakan salah satu tantangan serius dalam praktik pekerjaansosial. Wandering merupakan masalah umum yang sering terjadipada lansia dengan demensia. Oleh karena itu, tujuan penelitian iniadalah mengetahui inovasi peran pekerja sosial dalam memitigasiatau mencegah perilaku wandering pada lansia, sekaligusmengurangi kekhawatiran keluarga atau orang-orang di sekitarnya.Penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara semi-terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Wawancaradilakukan secara terpisah antara pekerja sosial dan caregiver,dengan pemisahan berdasarkan gender serta waktu pelaksanaan.Hasil wawancara menunjukkan bahwa perilaku wandering padalansia dapat dicegah melalui penguatan aspek spiritual. Selainmenangani perilaku wandering, peran pekerja sosial juga mencakuppeningkatan kualitas hidup lansia dari aspek sosial, emosional,kesehatan, dan spiritual. Inovasi yang dilakukan pekerja sosialmeliputi penggunaan kegiatan keagamaan sebagai media terapiyang menekankan nilai-nilai religius. Pekerja sosial berperan sebagai fasilitator, motivator,edukator, mediator, dan pendamping bagi lansia. Melalui pendekatan spiritual, seperti kegiatanibadah bersama di masjid, pekerja sosial dapat membantu lansia mencapai ketenangan emosional,mempererat hubungan sosial, dan menurunkan kecenderungan perilaku wandering.Kata Kunci: Wandering, Lansia, Inovasi Pekerja Sosial
Gina AgustinaGebby Revana RamadhaniQayla Aulia Az-zahra
Robert Philip DjaparHanif Firdaus Gitya Iman NurochimWiwin Hendriani
Ganda SigalinggingZulkarnain NasutionRustina Pasaribu