Ni Putu YulianiNyoman Utari VipriyantiI Ketut SumantraNyoman Sudipa
Desa Bangli salah satu desa yang terletak ditengah-tengah pulau Bali yaitu di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa Bangli memiliki beberapa sumber alam dan budaya yang begitu indah memiliki udara yang sejuk dan masih alami, dengan demikian Desa Bangli patut dikembangkan sebagai Desa wisata “HARMONIS” berbasis kearifan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi di Desa Bangli yang dapat di kembangkan sebagai daya tarik wisata melalui pengembangan objek wisata “HARMONIS”. Analisis data menggunakan Metode RIAM dengan 3 aspek penilaian yaitu: Biologis dan Ekologis (BE), Sosiologis dan Budaya (SB), Ekonomi dan operasional (EO). Faktor internal merupakan kekuatan menjaga kelestarian alam dan lingkungan serta sikap masyarakat yang ramah dan keberadaan villa dan home stay, sedangkan kelemahannya pengelolaan masih bersifat sukarela, kurangnya pemberdayaan masyarakat dalam pelatihan pengembangan kerajinan dan kuliner lokal. Faktor eksternal sebagai peluang yaitu adanya tata tertib yang mengatur keberadaan air, alam dan lingkungan, yang menjadi ancaman disini adalah kurangnya informasi yang jelas kepada wisatawan dan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana transportasi wisata. Adapun nilai dari ketiga aspek pengembangan objek wisata “HARMONIS” yaitu aspek BE dengan nilai 53,66, urutan kedia SB dengan nilai 53,60 sedangkan urutan ketiga adalah EO dengan nilai 47,62. Hal ini menunjukkan hasil ketiganya berada di tingkat satuan yang sama yaitu (D+) perubahan/dampak positif sangat signifikan, dengan demikian Strategi Pengembangan Desa Wisata “HARMONIS” di Desa Bangli dapat dikelompokkan menjadi 3 kawasan strategis yaitu kawasan suci Pura Luhur Puncak Padang Dawa, Kawasan agrowisata, Kawasan hutan rakyat.
Neneng KomariahEncang SaepudinPawit M. Yusup
Hartanti Woro SusiantiLukia ZuraidaMade Artajaya
Albertoras TelaumbanuaAsima Yanti SiahaanMuryanto Amin
Dewi SuprobowatiMulus SugihartoMiskan Miskan