JOURNAL ARTICLE

CYBERBULLYING PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN

Mas Rufah

Year: 2024 Journal:   Al FAWATIH Jurnal Kajian Al Quran dan Hadis Vol: 5 (2)Pages: 277-296

Abstract

Cyberbullying saat ini semakin marak terjadi di masyarakat, dan mirisnya hal tersebut seakan sudah dinormalisasikan dan dianggap hal biasa, seperti mengolok-olok, mencela, menghina dan merendahkan orang lain di media sosial. Media sosial yang normalnya digunakan sebagai alat berkomunikasi dan menunjukkan aspirasi dan hal positif lainnya, namun kenyataannya saat ini media sosial juga digunakan untuk melakukan hal-hal negatif oleh sebagian orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja term dan ayat tentang cyberbullying, bagaimana penafsiran ayat-ayat cyberbullying, dan bagaimana cyberbullying perspektif Al-Qur’an dalam teori double movement Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta menggunakan teori hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan: Pertama, term yang yang semakna dengan cyberbullying di dalam Al-Qur’an yaitu term sakhira (mengolok-olok), haza’a (mengolok-olok/mengejek), lamiza (mencela), dan tanabaza (memanggil dengan gelar buruk. Kedua, menurut penafsiran beberapa mufassir, sakhira adalah menyebut kekurangan orang lain dengan tujuan menertawakan yang bersangkutan, baik dengan ucapan, perbuatan, ataupun tingkah laku. Term haza’a bermakna “ejekan”, atau biasanya digunakan untuk ucapan yang mengandung suatu ejekan Adapun term lamiza bermakna mencela sebagian yang lain dengan suatu ucapan, tindakan, atau isyarat, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan ejekan yang mengundang tawa. Sedangkan term tanabaza adalah saling memberi gelar terhadap orang lain dengan gelar-gelar yang tidak enak didengar yang akan membuat reputasi seseorang menjadi buruk. Ketiga, tidak boleh melakukan sesuatu yang akan dapat mempermalukan orang lain baik di dunia nyata maupun di dunia maya, yakni tidak boleh melakukan sesuatu yang dapat merendahkan harkat dan martabat orang lain.

Keywords:
Movement (music) Theology Political science Psychology Art Philosophy

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.48
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Islamic Finance and Communication
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Educational Methods and Media Use
Physical Sciences →  Computer Science →  Information Systems
Legal and Social Justice Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Law

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman (Studi Pemikiran Fazlur Rahman dan Metodologi Hermeneutikanya)

Fuad Dwi Putra

Journal:   Mutiara Multidiciplinary Scientifict Journal Year: 2025 Vol: 3 (9)
JOURNAL ARTICLE

Metode Kontekstual Penafsiran Al-Qur’an Perspektif Fazlur Rahman

Rudy Irawan

Journal:   Al-Dzikra Jurnal Studi Ilmu Al-Qur an dan Al-Hadits Year: 2020 Vol: 13 (2)Pages: 171-194
JOURNAL ARTICLE

Poligami Perspektif Teori Double Movement Fazlur Rahman

Nur Rofiah

Journal:   MUKADIMAH Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Year: 2020 Vol: 4 (1)Pages: 1-7
JOURNAL ARTICLE

HERMENEUTIKA DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN DAN SIGNIFIKANSINYA TERHADAP PENAFSIRAN KONTEKSTUAL AL-QUR’AN

Muhammad Labib Syauqi

Journal:   Rausyan Fikr Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin dan Filsafat Year: 2022 Vol: 18 (2)Pages: 189-215
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.