JOURNAL ARTICLE

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENURUNAN PREVALENSI STUNTING

Tri WahyuniAhmad Sultra RustanDewi SartikaMayahayati KusumaningrumM. Sari

Year: 2025 Journal:   Jurnal Riset Inossa Media Hasil Riset Pemerintahan Ekonomi dan Sumber Daya Alam Vol: 6 (02)Pages: 38-50

Abstract

Bonus demografi merupakan salah satu anugrah masa depan bagi Indonesia, karena persentase penduduk yang berusia produktif lebih besar prosentasenya daripada penduduk yang berada di fase usia nonproduktif. Agar bonus demografi tersebut menjadi anugrah, maka, perlu penyiapan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas untuk mencapai tujuan Indonesia emas pada tahun 20245. Salah satu persoalan besar yang membayangi kualitas bonus demografi Indonesia adalah masalah stunting. Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki catatan buruk terkait angka stunting. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah terkait upaya penurunan prevelensi stunting. Target prevelensi di angka 14% di Tahun 2024, masih belum dapat terpenuhi. Di sisi lain, pemenuhan produk kebijakan terkait regulasi sudah banyak diterbitkan, begitu juga terkait pemenuhan anggaran. Penelitian ini ingin membidik terkait persoalan implementasi penanganan stunting yang masih banyak meninggalkan permasalahan. Dengan menggunakan pendekatan teori implementasi Edward III, penelitian ini ingin memetakan persoalan implementasi dengan menggunakan indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan teknik penelitian yang menggunakan narasi atau kata- kata dalam menjelaskan atau menguraikan makna dari setiap fenomena, gejala, dan situasi sosial tertentu. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan hasil bahwa terkait indikator komunikasi, perlu adanya interaksi yang baik dari semua stakeholder yang terlibat. Berkaitan dengan sumber daya, peran, pengahargaan dan pengembangan kader perlu dilakukan sebagai ujung tombak pelayanan. Indikator disposisi. Minimya check dan re-check terhadap program dan kegiatan penanganan stunting menjadi agenda kebijakan indikator disposisi. Adapun terkait struktur birokrasi, TPPS dan rembug stunting harus diefektifkan pelaksanaannya, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Optimalisasi penerapan substansi Perpres No. 72 Tahun 2021 Terutama terkait upaya implementasi yang terkoordinatif, intervensi sensitif agar mendapatkan perhatian. Sinergi, konsistensi kegiatan, dan inovasi penanganan stunting lebih dioptimalkan, serta pengelolaan data yang menunjang terhadap penguatan data stunting lebih diintensifkan. Bonus demografi merupakan salah satu anugrah masa depan bagi Indonesia, karena persentase penduduk yang berusia produktif lebih besar prosentasenya daripada penduduk yang berada di fase usia nonproduktif. Agar bonus demografi tersebut menjadi anugrah, maka, perlu penyiapan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas untuk mencapai tujuan Indonesia emas pada tahun 20245. Salah satu persoalan besar yang membayangi kualitas bonus demografi Indonesia adalah masalah stunting. Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki catatan buruk terkait angka stunting. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah terkait upaya penurunan prevelensi stunting. Target prevelensi di angka 14% di Tahun 2024, masih belum dapat terpenuhi. Di sisi lain, pemenuhan produk kebijakan terkait regulasi sudah banyak diterbitkan, begitu juga terkait pemenuhan anggaran. Penelitian ini ingin membidik terkait persoalan implementasi penanganan stunting yang masih banyak meninggalkan permasalahan. Dengan menggunakan pendekatan teori implementasi Edward III, penelitian ini ingin memetakan persoalan implementasi dengan menggunakan indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan teknik penelitian yang menggunakan narasi atau kata- kata dalam menjelaskan atau menguraikan makna dari setiap fenomena, gejala, dan situasi sosial tertentu. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan hasil bahwa terkait indikator komunikasi, perlu adanya interaksi yang baik dari semua stakeholder yang terlibat. Berkaitan dengan sumber daya, peran, pengahargaan dan pengembangan kader perlu dilakukan sebagai ujung tombak pelayanan. Indikator disposisi. Minimya check dan re-check terhadap program dan kegiatan penanganan stunting menjadi agenda kebijakan indikator disposisi. Adapun terkait struktur birokrasi, TPPS dan rembug stunting harus diefektifkan pelaksanaannya, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Optimalisasi penerapan substansi Perpres No. 72 Tahun 2021 Terutama terkait upaya implementasi yang terkoordinatif, intervensi sensitif agar mendapatkan perhatian. Sinergi, konsistensi kegiatan, dan inovasi penanganan stunting lebih dioptimalkan, serta pengelolaan data yang menunjang terhadap penguatan data stunting lebih diintensifkan.

Keywords:
Humanities Political science Philosophy

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.00
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Public Health and Nutrition
Health Sciences →  Medicine →  Pediatrics, Perinatology and Child Health
Food Security and Socioeconomic Dynamics
Life Sciences →  Agricultural and Biological Sciences →  General Agricultural and Biological Sciences
Local Governance and Development
Social Sciences →  Social Sciences →  Geography, Planning and Development

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Buton

Silsilah FolensinoAsmiddin AsmiddinSyaiful Islamy

Journal:   Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Year: 2023 Pages: 73-83
JOURNAL ARTICLE

STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENURUNAN STUNTING

Fenny AlvionitaLedyawati

Journal:   JURNAL ILMIAH IDEA Year: 2023 Vol: 2 (1)Pages: 44-60
JOURNAL ARTICLE

Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting di Desa Oebafok

Mami Trisari NggiriNursalam NursalamB. Long

Journal:   Jurnal Mahasiswa Manajemen dan Akuntansi Year: 2025 Vol: 4 (2)Pages: 72-87
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.