Johanes Waldes HasugianMay Rauli Simamora
This study aims to reveal the impact of excessive internet use on Christian Vocational High School (SMK) students and analyze the impact based on the perspective of Christian theology. The main research method used was quantitative method with a survey design on 169 Christian vocational school students in one of the vocational schools in North Tapanuli Regency, North Sumatra Province. The negative impacts found include: 1) physical aspects, namely lack of sleep (66.86%), sore/blurred eyes (43.20%), and weight up / down (19.53%); 2) cognitive aspects, namely the occurrence of cognitive distortions (46.75%), profanity or rudeness (37.87%), and decreased achievement (36.09%); 3) socioemotional aspects, namely conflicts with parents such as being scolded by parents (44.97%), less interaction with parents (32.54%), lying to parents (28.99%), less interaction with peers (24.26%), anxiety (24.26%), anger (23.08%), depression (12.43%) and acting aggressively (11.83%); 3) aspects of spirituality, namely procrastinating worship (26.04%). The article also highlights the important role of Christian spirituality in helping vocational students cope with the negative effects of excessive internet use. Wise and ethical use of the internet in accordance with Christian values, such as online ethics and good communication, can help students achieve balance in their lives. In addition, the role of parents in monitoring and guiding their children's internet use is very important. They must provide strong moral and spiritual education and maintain limits on screen time. With a deeper understanding of the negative effects of excessive internet use and with the right guidance, Christian vocational students can develop a more balanced relationship with technology, live a life that conforms to Christian values, and remain focused on a relationship with God. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dampak penggunaan internet berlebihan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beragama Kristen dan menganalisis dampak berdasarkan perspektif teologi Kristen. Metode penelitian utama yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain survey pada 169 siswa SMK beragama Kristen di di salah satu SMK di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Dampak negatif yang ditemukan meliputi: 1) aspek fisik, yaitu kurang tidur (66,86%), mata perih/kabur (43,20%), dan berat badan naik/turun (19,53%); 2) aspek kognitif, yaitu terjadinya distorsi kognitif (46,75%), berkata-kata kotor atau kasar (37,87%), dan prestasi menurun (36,09%); 3)aspek sosioemosi, yaitu konflik dengan orang tua seperti dimarahi orang tua (44,97%), kurang interaksi dengan orang tua (32,54%), berbohong kepada orang tua (28,99%), kurang interaksi dengan teman sebaya (24,26%), gelisah (24,26%), marah (23,08%), depresi (12,43%) dan bertindak agresif (11,83%); 3) aspek spiritualitas, yaitu menunda-nunda ibadah (26,04%). Artikel ini juga menyoroti peran penting spiritualitas Kristen dalam membantu siswa SMK mengatasi dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan. Penggunaan internet yang bijak dan etis sesuai dengan nilai-nilai Kristen, seperti etika online dan komunikasi yang baik, dapat membantu siswa mencapai keseimbangan dalam hidup mereka. Selain itu, peran orang tua dalam memantau dan membimbing penggunaan internet anak-anak mereka sangat penting. Mereka harus memberikan pendidikan moral dan spiritual yang kuat serta menjaga batasan waktu pemakaian perangkat. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak negatif penggunaan internet berlebihan dan dengan bimbingan yang tepat, siswa SMK beragama Kristen dapat mengembangkan hubungan yang lebih seimbang dengan teknologi, menjalani hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Kristen, dan tetap fokus pada hubungan dengan Allah.
Sance Mariana TameonMieke Yen ManuMessak Ori Biaff