Pembahasan terkait formasi spiritual cenderung menekankan disiplin rohani yang dilakukan secara pribadi dan kurang memperhatikan aspek komunal. Seharusnya, disiplin rohani yang dilakukan secara pribadi maupun komunal dapat diterapkan bersamaan. Tulisan ini bertujuan untuk tentang disiplin rohani yang dilakukan secara komunal, khususnya melalui persahabatan rohani. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, melalui persahabatan rohani, seseorang dapat mengalami formasi spiritual yang menolongnya untuk dapat menjadi semakin serupa dengan Kristus. Terdapat beberapa prinsip yang harus diterapkan untuk membangun persahabatan rohani, prinsip-prinsip yang berbeda dengan persahabatan pada umumnya, yaitu berorientasi pada Kristus, kesetaraan, dan komitmen. Prinsip-prinsip tersebut perlu dilakukan secara sengaja. Dengan demikian, melalui persahabatan rohani, seseorang dapat menemukan aspek-aspek dalam dirinya yang perlu diubah maupun ditingkatkan, yang tentunya mengarah kepada keserupaan dengan Kristus.
Imanuel Herman PrawiromarutoKalis Stevanus
Yakub Efraim AmazihonoCharisal B.S. Manu
Carolina Etnasari AnjayaAndreas FernandoYonatan Alex Arifianto