Luci Afiani OktaviaWidya Rahmat
Kata gender dan seks mungkin sudah tidak asing dalam telinga masyarakat. Namun sebagian besar orang masih seringkali salah mengartikan gender sebagai seks. Yang mana kedua hal ini sangatlah berbeda secara pemaknaan. Gender adalah bagian dari ciri atau nilai yang diberikan oleh masyarakat untuk menampilkan perbedaan peran, sifat, karakter, ciri serta fungsi tertentu kepada laki – laki dan perempuan. Karena hal tersebut, gender dianggap tidak bisa dilepaskan dari bentukan dan hasil konstruksi sosial. Bahwa laki – laki haruslah tampil dan menjadi selayaknya laki – laki yang ditetapkan serta dikenal oleh masyarakat secara turun temurun, demikian sebaliknya perempuan. Kemudian hal ini melahirkan keadilan ender yang menyebabkan perlakuan tidak adil, pengkotakan, masalah kekerasan, dan memunculkan pembeda serta sekat sosial antara sesuatu yang dianggap normal dan tidak normal (penyimpangan). Pengaruh media massa juga menjadi salah satu agen dari pembentuk konstruksi sosial dan stereotip gender. Hadirnya internet seperti menjadi sebuah otak yang membawa beragam pesan dan menjadi pusat informasi dengan berbagai bentuk media berupa teks, audio maupun video. Netflix adalah salah satu bentuk dari media baru berupa layanan hiburan berbentuk website streaming dan memiliki aplikasi di perangkat digital seperti laptop, tablet dan smartphone. Kemudian berdasarkan hal – hal yang telah dijabarkan, maka topik ini menjadi sebuah penelitian untuk dibahas dan dikaji. Adapun masalah – masalah yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah konsep gender dan seks, konstruksi sosial tentang stereotip gender dan problematika bagi laki – laki dalam menghadapi stereotip yang menyebabkan bias gender. Kata Kunci : Representasi Stereotip Gender Bias Gender Maskulinitas Serial Netflix Heartstoppe
Nurrahma PrimianiMumuh Muhsin ZakariaAquarini Priyatna
Heppy Atma PratiwiEndang Wiyanti
Dendi ChairiIndrayuda Indrayuda