Andi Ahmad IsrarNajmi Kamariah
UMKM merupakan salah satu sektor yang memberikan konstribusi besar bagi perekonomian indonesia baik dalam bentuk produk domestik bruto, penyerapan tenaga kerja serta menjadi penopang stabilitas sistem keuangan dan perekonomian negara. Dengan demikian, pengembangan UMKM merupakan suatu necessary condition dalam mendorong pertumbuhan ekonomi indonesia. Warung Coko-Cokko (WARCOK) merupakan salah satu UMKM dalam industri makanan yang memasarkan produknya menggunakan kemasan plastik polypropylene dan kertas minyak. Penggunaan kemasan tersebut masih terdapat beberapa kekurangan yaitu tidak menampilkan informasi pemesanan dan kemasan tidak dapat menahan makanan berminyak dan berair sehingga lebih mudah robek dan menyebabkan kebocoran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam pengembangan desain kemasan baru pada produk UMKM WARCOK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan pengambilan dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada beberapa pihak yang terkait dalam proses penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan desain kemasan baru pada UMKM WARCOK dilakukan melalui lima tahapan pengembangan produk yaitu tahap penciptaan ide, penyaringan ide, pengembangan konsep, desain kemasan produk, dan komersialisasi. Setelah melalui tahapan tersebut, didapatkan hasil bahwa baik pemilik usaha maupun konsumen lebih cenderung memilih kemasan styrofoam yang terbuat dari bahan polystyrene dan paper bowl yang terbuat dari bahan kertas yang ramah lingkungan sebagai kemasan yang baik dan cocok digunakan oleh UMKM WARCOK. Kedua jenis bahan kemasan ini mampu mencegah kebocoran makanan, praktis dan ergonomis digunakan oleh pemilik usaha maupun konsumen.
Andreas SuwandiZulva Nazahatul Huda El Haqy
Freddy YakobTipri Rose KartikaNurul AkmaliaSeptia ArdianiHandika Dany Rahmayanti