JOURNAL ARTICLE

Kekerasan terhadap Remaja serta Faktor-Faktor yang Memengaruhi pada Masa Pandemi COVID-19

Irene Audrey Davalynn PaneRini Sekartini

Year: 2023 Journal:   Sari Pediatri Vol: 25 (1)Pages: 46-46   Publisher: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia

Abstract

Latar belakang. Pandemi COVID-19 telah membuat pemerintah mengeluarkan peraturan untuk tetap berada di rumah. Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh meningkatkan durasi aktivitas remaja di rumah dan menimbulkan faktor lain yang berkaitan dengan kejadian kekerasan. Setiap tahunnya, kekerasan terhadap remaja terus meningkat. Dengan dampak buruk yang diakibatkan oleh kekerasan, timbul kepentingan mendesak untuk melakukan penelitian mengenai kejadian kekerasan terhadap remaja dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prevalensi kekerasan terhadap remaja di masa pandemi COVID-19 beserta faktor yang memengaruhi.Metode. Penelitian observasional menggunakan analisis deskriptif dan bivariat dengan metode desain studi potong-lintang dengan pengisian kuesioner secara daring. Dilaksanakan pada bulan oktober hingga November 2021, dengan metode total population sampling dengan kriteria inklusi setiap anak yang berusia 10-18 tahun, mampu memahami dan menguasai Bahasa Indonesia, dan berdomisili di Indonesia, dan memiliki ponsel/ gadget jenis apapun milik sendiri yang dapat dipakai untuk mengisi kuesioner. Kriteria eksklusi subjek adalah anak yang tidak memiliki gangguan kognitif serta gangguan komunikasi dan tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian.Hasil. Didapatkan total subjek yang diteliti yakni 106 subjek. dengan sebaran terbanyak berdasarkan usia 14-17 tahun 61,3%, jenis kelamin perempuan 66%, posisi anak terakhir 34%, dan mengikuti pembelajaran jarak jauh sebanyak 96,2%. Remaja yang taat pada protokol kesehatan 21,7% dan tidak taat 78,3%. Jenis keluarga terbanyak ialah keluarga inti 83% dan orang tua remaja yang bekerja sebanyak 91,5%. Pendidikan orang tua tertinggi adalah sarjana, ayah (47,2%) dan ibu (36,8%). Sebanyak 67,9% remaja mengalami kekerasan dengan jenis kekerasan tertinggi ialah penelantaran (50,9%). Seluruh faktor pada penelitian secara statistik tidak berhubungan bermakna.Kesimpulan. Kekerasan terhadap remaja tidak berhubungan secara statistik dengan faktor anak (usia, jenis kelamin, posisi anak, pembelajaran jarak jauh) dan faktor lingkungan (jenis keluarga, pendidikan dan pekerjaan orang tua, serta tingkat ketaatan terhadap protokol kesehatan)

Keywords:
Humanities Gynecology Medicine Philosophy

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
28
Refs
0.17
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Legal and Social Justice Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Law
Student Stress and Coping
Social Sciences →  Psychology →  Developmental and Educational Psychology
COVID-19 Prevention and Impact
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Faktor yang Memengaruhi Stres pada Remaja Selama Pandemi Covid-19

Triyana Harlia PutriDora Hesti Azalia

Journal:   Jurnal Keperawatan Jiwa Year: 2022 Vol: 10 (2)Pages: 285-285
JOURNAL ARTICLE

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERLANGSUNGAN UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS PADA MASA PANDEMI COVID-19

Ade Novianti AzharTriani Arofah

Journal:   SAR (Soedirman Accounting Review) Journal of Accounting and Business Year: 2021 Vol: 6 (1)Pages: 37-37
JOURNAL ARTICLE

Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Efektivitas Webinar selama Masa Pandemi Covid-19

Dessy Dwiyanti

Journal:   Ideas Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Year: 2021 Vol: 7 (2)Pages: 67-67
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.