Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Indonesia pengaruh kepemimpinan dalam memanajemen suatu organisasi pelayanan publik sangatlah berpengaruh karena untuk mewujudkan pelayanan dibutuhkan pemimpin yang berkualitas. Untuk mencapai kinerja yang optimal, seorang pemimpin harus penuh perhatian dan bertindak secara profesional dan jujur. Dalam pelayanannya, lembaga pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dapat dikatakan belum memenuhi kebutuhan masyarakat karena masih banyaknya keluhan dari masyarakat terkait pelayanan publik.
Pada artikel ini pembahasan jenis ini menggunakan pendekatan. Penerapan pendekatan manajemen profesional di sektor publik telah dikemukakan oleh banyak ahli dengan judul yang berbeda-beda, misalnya Pollitt (1990) sebagai “manajerialisme” “publik baru”. Management" oleh Hood (1991), "Market-based Public Administration" oleh Lan dan Rosenbloom (1992) dan "Entrepreneurial Governance/Reinventive Government" oleh Osborne dan Gaebler (1992). Pada artikel ini label yang digunakan, jelas bahwa pendekatan manajemen profesional mengubah birokrasi pemerintahan, perubahan fokus peran dan kegiatan yang semula lebih “proses” terfokus pada “produk” atau “regulasi”, “manajemen” menjadi “manajemen sasaran”. Yang menggantikan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (literature research).Literatur pengaruh kepemimpinan dalam manajemen pelayanan publik yang digunakan berasal dari buku,jurnal penelitian terdahulu yang sempat juga digunakan dalam manajemen pelayanan publik.