JOURNAL ARTICLE

TRADISI TEDAK SITI PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU

Dewi Ayu Wisnu Wardani

Year: 2021 Journal:   Widya Aksara Jurnal Agama Hindu Vol: 26 (2)Pages: 281-293

Abstract

Indonesia mempunyai keanekaragaman tradisi dan budaya warisan leluhur yang masih diteruskan dari generasi ke generasi hingga kini. Upacara peringatan daur hidup seseorang, sejak sebelum lahir sampai meninggal dunia, masih menjadi kebiasaan dalam budaya dan adat Jawa. Setiap peringatan diadakan selamatan khusus sesuai dengan tahap-tahap umur dan sifat selamatan misalnya brokohan, sepasaran, pitonan dan setahunan. Salah satu tradisi yang masih dijalankan hingga kini yaitu tradisi Tedak Siti. Tedak Siti merupakan salah satu kebudayaan masyarakat Jawa yang memiliki nilai filosofi yang sangat tinggi. Karena Tedak Siti merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan manusia, karena dalam masa tersebut yakni masa peralihan dari masa bayi menuju ke balita yang ditandai dengan berhasilnya seorang balita yang sudah bisa berjalan. Tedak Siti merupakan budaya warisan leluhur masyarakat Jawa, upacara tedak siti dilakukan ketika seorang anak perempuan atau laki-laki berusia 7 lapan karena 1 lapan sama dengan 35 hari, jadi umur anak saat mengadakan tedak siti berusia 245 hari. Pada usia ini, perkembangan anak sudah berada pada tahap berdiri dan di momen ini kaki anak sudah bisa menginjak tanah. Adat budaya ini dilaksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah. Selain itu juga diiringi doa-doa dari orangtua dan sesepuh sebagai pengharapan agar kelak anak sukses menjalani kehidupannya. Sebagai orangtua pasti mengupayakan yang terbaik bagi anak-anaknya contohnya orangtua puasa weton anak, puasa senin kamis, puasa ekadasi dan menyelenggarakan upacara semenjak anak didalam kandungan hingga dewasa tujuannya salah satunya sujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, memohon keselamatan dan keberhasilan anaknya kelak. Rangkaian tradisi tedak siti meliputi proses awal anak beserta orangtua sungkem minta doa restu kepada nenek dan kakek kemudian orangtua menuntun anak menapaki jadah tujuh warna, selanjutnya anak menaiki tangga yang terbuat dari tebu, selanjutnya si anak dimasukkan dalam kurungan ayam yang sudah dihiasi untuk mengambil benda-benda yang ada didalamnya benda yang pertama kali dipilih merupakan gambaran dari minatnya di masa depan, proses selanjutnya anak diharuskan memilih gambar tokoh wayang yang dipercaya dapat membentuk karakternya ketika dewasa. Kemudian anak mengikuti prosesi dimandikan dengan air dari tujuh sumber mata air. Proses selanjutnya anakpun dipakaikan baju yang bagus dan didudukkan di tikar yang sudah diberi uang koin dan beras kuning. Proses terakhir anak dibiarkan bermain dengan teman sebaya. Upacara Tedak Siti merupakan salah satu realisasi dari Upacara Manusia Yajna. Tri Kerangka dasar agama Hindu yaitu Tattwa, Etika dan upacara tergambar jelas dalam pelaksanaan tedak siti tersebut. Seluruh tahapan upacara tedak siti beserta semua aspek yang ada didalamnya termasuk semua banten yang digunakan memiliki makna filosofis yang menjadikan upacara menarik untuk dilihat dan pastinya menjadi salah satu bukti kekayaan budaya Jawa yang perlu kita lestarikan.

Keywords:
Humanities Art

Metrics

1
Cited By
1.52
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
2
Refs
0.89
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Cultural and Artistic Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies
Education and Character Development
Social Sciences →  Social Sciences →  Education

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Upacara Perkawinan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

Sudarsana, I

Journal:   Open Science Framework Year: 2018
JOURNAL ARTICLE

KONSEP PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM TRADISI METATAH

Nyoman Sumarni

Journal:   Bawi Ayah Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Year: 2021 Vol: 12 (1)Pages: 67-87
JOURNAL ARTICLE

PEMAHAMAN KONSEP TEOLOGI HINDU (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

Ni Wayan Ramini Santika

Journal:   Bawi Ayah Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Year: 2019 Vol: 8 (1)Pages: 87-97
JOURNAL ARTICLE

Tradisi Sangkep Deha Truna Desa Adat Pilan Kabupaten Gianyar (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

Ni Putu Chika Aristia Santi

Journal:   Metta Jurnal Ilmu Multidisiplin Year: 2022 Vol: 2 (4)Pages: 365-377
JOURNAL ARTICLE

PENDIDIKAN ACARA AGAMA HINDU: Antara Tradisi dan Modernitas

Ni Made Sukrawati

Journal:   Dharmasmrti Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Year: 2018 Vol: 18 (2)Pages: 43-49
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.