Putu BudiadnyaDewa Nyoman Putra Adnyana
Alam semesta dengan segala bentuk ciptaan sebenarnya telah diciptakan melalui proses Yadnya. Karena itu semua yang ada di alam semesta ini juga ditopang oleh Yadnya. Artinya tanpa Yadnya tidak akan pernah ada kehidupan, demikian pula tanpa Yadnya alam semesta ini pasti mengalami kehancuran. Pengertian Yadnya itu sendiri adalah pengorbanan yang tulus dan suci, oleh sebab itu, salah satu kegiatan umat Hindu di dalam menghayati agamanya adalah melalui pelaksanaan Yadnya Sesa. Berdasarkan sastra dan tradisi dalam ajaran agama Hindu, ditemukan petunjuk yang kuat mengenai sarana upacara Yadnya, yang merupakan ciri khas yang kuat di dalam pelaksanaan upacara Yadnya Sesa, antara lain di tempat memasak, di tempat penyimpanan air, di atas genteng, di halaman dan di tugu/tempat suci Upacara Yadnya Sesa adalah salah satu bentuk Bhuta Yadnya dan manifestasi dari Panca Yadnya yang dilakukan setiap hari (nitya karma) yaitu sehabis memasak di dapur umat Hindu memberikan atau menghaturkan makanan persembahan (banten) sebagai sebuah perwujudan kasih sayang terhadap semua atau sesama makhluk di alam semesta (sarwa prani) dan manifestasi sadhana (bhakti yang terus menerus) kepada Sang Hyang Widhi Wasa menyikapi rasa syukur atas nikmat dan kemurahan rezeki yang diberikan-Nya setiap hari. Yadnya Sesa yang banyak mengandung makna bagi kehidupan umat Hindu diyakini dapat membimbing umat kepada tumbuhnya jiwa sosial, harmonis dan toleran dalam hidup berdampingan dengan sesama makhluk serta menanamkan rasa kasih sayang dan rasa terima kasih atas anugerah Tuhan, Yadnya Sesa hanya mampu dijelaskan dengan bahasa hati dan hanya dapat dipahami oleh orang yang melaksanakannya.
Wayan Oka RiyadeI Wayan KaryaErvantia Restulita L. Sigai