Al Abror Bilqis Aris PurnamaIrvan Iswandi
Indonesia is fighting against Covid-19 by modifying several policies, namely the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). This policy has an impact on policies in the Islamic banking sector in distributing financing. The purpose of this study is to explain the factors of the emergence of non-performing financing in the world of Islamic banking and the anticipation and efforts made to resolve non-performing financing. This research method is qualitative, with a normative and empiricist approach. The data was obtained through a study of legislation and field observations. The results of the study stated that the number of customers was divided into two categories, namely the light category and the heavy category. Each of these categories will be carried out stages of completion of non-performing financing. These stages are the billing stage, the restructuring stage and the redemption stage. The factors causing non-performing financing at PT Bank Syariah Indonesia are based on internal factors originating from the bank and external originating from the customer.Keywords: Non-performing Financing; Islamic Bank AbstrakIndonesia berjuang melawan Covid-19 dengan memodifikasi beberapa kebijakan yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Kebijakan itu berdampak pada kebijakan dalam sektor perbankan syariah dalam menyalurkan pembiayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor timbulnya pembiayaan bermasalah di dunia perbankan syariah dan antisipasi serta upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan pembiayaan bermasalah. Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan normatif dan empirisi. Data diperoleh melalui telaah peraturan perundang-undangan dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa jumlah nasabah dibagi dalam dua kategori, yakni kategori ringan dan kategori berat. Masing-masing kategori tersebut akan dilakukan tahapan penyelesaian pembiayaan bermasalah. Tahapan tersebut yakni tahap penagihan, tahap restrukturisasi dan tahap penebusan. Faktor-faktor penyebab pembiayaan bermasalah pada PT Bank Syariah Indonesia berdasarkan faktor internal yang berasal dari pihak bank dan eksternal yang berasal dari pihak nasabah.Kata Kunci: Pembiayaan Bermasalah; Bank Syariah
Lili AmeliaSyahpawi SyahpawiNurnasriana Nurnasrina
Rukmini RukminiArie Rachma PutriErna Chotidjah Suhatmi