Stress dalam belajar terjadi jika ada suatu tekanan-tekanan ataupun ketidaknyamanan dalam belajar yang dialami oleh mahasiswa. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) pada tahun 2013, menyebutkan bahwa sekitar 1,33 juta penduduk DKI Jakarta mengalami stress, dimana angka tersebut mencapai 14% dari total penduduk, dengan stress akut mencapai 1-3% dan stress berat mencapai 7-10%. Tuntutan dari kampus yang harus mewajibkan segera menyelesaikan skripsi dan kesulitan yang dialami selama proses penyusunan skripsi akan menjadi tekanan bagi mahasiswa sehingga bisa mengalami stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stress pada mahasiswa STIKes PHI dalam menyusun tugas akhir tahun 2019. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Variabel terikat adalah stres pada mahasiswa, dan variabel bebasnya adalah faktor internal dan eksternal. Penelitian dilakukan di STIKes Persada Husada Indonesia di Kampus B, Jati Asih Kota Bekasi tahun 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir sebanyak 50 orang. Pengumpulan data itu sendiri dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat (menggunakan analisis chi square dengan tingkat kepercayaan α =0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden perempuan, terbanyak berkepribadian baik, memiliki pemahaman yang tinggi, dan menganggap tuntutan tugasnya berat. Pada faktor eksternal lingkungan sosial dan dukungan keluarga terbanyak mendukung mahasiswa. Untuk tingkat stres, mayoritas mahasiswa menderita stres ringan.
Reza FajriawanAria PranathaAditiya Puspanegara
Sovia marsa fadhilahKamariyah KamariyahYulia Indah Permata SariRiska Amalya NasutionYuliana Yuliana
Riski Dwiputri A.Fairus Prihatin IdrisFatmah Afrianty GobelAndi AsrinaHarpiana Rahman
Ririn NobriantiElwindra Elwindra