Penyakit degenerative merupakan penyakit tidak menular yang berlangsung kronis salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi dapat mempengaruhi tingkat stress pada pasien yang membutuhkan terapi yang lama, stress yang berkelanjutan dapat mempengaruhi kualitas hidup dalam aspek fisik, psikologis dan social. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan kualitas hidup penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas lima puluh kota pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah responden 70 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS42), dan kuesioner World Health Organization Quality Of Life (WHOQOLBREF). Data dianalisa univariat dengan distribusi frekuensi tingkat stress dan distribusi frekuensi kualitas hidup. Analisa bivariat dengan uji statisitik chi-square untuk menganalisa hubungan kedua variabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi yaitu 42 orang (60%) mengalami tingkat stress berat, dan lebih dari separuh penderita hipertensi yaitu 57 orang (81%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Hasil uji statistik (chi-square) diperoleh nilai p= 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Puskesmas Lima Puluh Kota Pekanbaru. Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada penderita hipertensi untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stress pada penderita hipertensi dan kemudian mampu menangani stress tersebut, supaya tidak berkepanjangan dan bertambah berat yang dapat menyebabkan kualitas hidup penderita hipertensi menjadi buruk.
Kayati KayatiSutomo SutomoSiti Muthoharoh
Farah Nabyla NoviantikaBambang SuryadiSumedi Sumedi
Ruslan ramliTeten TresnawanFemy Melia Rahmawati
Siti Assuaro SolihaTrijati Puspita LestariIsni Lailatul Maghfiroh