Farah Nabyla NoviantikaBambang SuryadiSumedi Sumedi
Latar Belakang: Diastolik melebihi 90 mmHg dan tekanan sistolik melebihi 140 mmHg adalah hipertensi. Kepatuhan terhadap penggunaan obat yang tinggi mempunyai kualitas hidup lebih baik daripada yang rendah tingkat kepatuhan nya. Indikator krusial untuk menilai keberhasilah intervensi kesehatan dalam hal pencegahan pengobatan adalah kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi, kualitas hidup penderita hipertensi, karakteristik responden dan mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan terhadap kualitas hidup pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian dilakukan secara cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden. Morisky Medication Adherence Scale- 8 (MMAS-8) digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan dan Kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life BREF). Analisis untuk mengetahui hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,013 < α = 0,05 maka Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Hubungan Tingkat Kepatuhan Pengobatan dengan Kualitas Hidup.
Ronaa MaimunahKharisma Jayak PBagus Ardiyantoro
Nina Sri WulandariSuwendar SuwendarFetri Lestari
Aloysia Juniarti RitassiI Kadek NuryantoMade Rismawan
Ariel E. WagiuWeny I. WiyonoDeby A. Mpila
Agustina Nila YuliawatiPande Made Desy RatnasariI Gusti Ayu Santhi Pratiwi