JOURNAL ARTICLE

NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TARI TRADISIONAL PAPUA PANGKUR SAGU

Sri WinarsihMargaretha Febriany Narahawarin

Year: 2019 Journal:   Musamus Journal of Language and Literature Vol: 1 (2)Pages: 33-46

Abstract

Kebudayaan diperoleh dari proses belajar, bukan diturunkan secara biologis atau pewarisan melalui unsur genetis, maka jika tidak dipelajarinilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat lambat laun akan musnah. Salah satu cara mempelajarinya adalah melalui kegiatan penelitian. Penelitian yang mengusung tari pangkur Sagu yang merupakan tari tradisional Papua ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menggambarkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Papua yang terkandung secara tersirat di dalam tarian tersebut. Adapun urgensi dan kontribusi penelitian ini adalah selain sebagai wujud upaya melestarikan dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Papua, juga mengungkapkan unsur-unsur atau pesan yang terkandung dalam sebuah tarian agar dapat lebih diapresiasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tiga objek penelitian yakni tari pangkur Sagu itu sendiri, pimpinan sanggar sebagai informan, dan naskah sinopsis tari pangkur sagu. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik dengan menggabungkan observasi terus terang tersamar dan wawancara semiterstruktur dan dokumentasi berupa naskah. Adapun taknik analisis data dilakukan menggunakan model analisis oleh Miles dan Huberman yakni data reduction, data display, dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan klasifikasi jenis kebudayaan nilai kearifan lokal dalam tari tradisional Pangkur Sagu adalah; 1) Nilai gotong royong dan nilai hidup berkelompok, 2) Sistem Kepemimpinan Ondoafi dan Peran Pria dan Wanita, 3) Patuh melaksanakan peran masing-masing sesuai identitas, 4) Senantiasa bersyukur kepada Tuhan, 5) Melestarikan ritual Pangkur Sagu sebagai mata pencaharian pokok, 6) Bersuka cita atas rejeki yang diperoleh bersama, 7) Menunjukkan identitas gender, identitas status sosial, dan identitas marga Marind/suku Papua. Sedangkan berdasarkan klaisifikasi unsur-unsur kebudayaan adalah; 1) Bahasa Marind yang merupakan bahasa suku asli Merauke Papua, 2) Kehidupan yang belum terjamah arus teknologi, 3) Mata pencaharian bergantung pada hasil hutan, 4) Kepemimpinan Ondoafi, 5) Keahlian turun temurun dalam memangkur sagu, 6) Berdoa dan berbisik pada bumi sebagai aktifitas bersyukur kepada Tuhan, 7) Seni tari tradisional yang mengandung seni ukir, seni musik, seni tarik suara, dan seni kerajinan tangan. Deskripsi nilai kearifan lokal masyarakat Papua saling berhubungan satu nilai dengan nilai lainnya. Kata Kunci: kearifan lokal, nilai, ondoafi, tari pangkur sagu, tari tradisional

Keywords:
Humanities Art

Metrics

1
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.15
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Cultural and Artistic Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies
Community-based Tourism Development and Sustainability
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM BATIK TRADISIONAL KAWUNG

Kartini Parmono

Journal:   Jurnal Online Universitas Gadjah Mada (Universitas Gadjah Mada) Year: 2013
JOURNAL ARTICLE

Kearifan Lokal Masyarakat Sentani, Papua, dalam Ungkapan Tradisional

Wigati Yektiningtyas

Journal:   ATAVISME Year: 2017 Vol: 20 (2)Pages: 237-249
JOURNAL ARTICLE

Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Garapan Tari Kreasi “Babuai Kain”

Putri NovrialniIndrayuda Indrayuda

Journal:   Realisasi Year: 2024 Vol: 1 (3)Pages: 187-197
JOURNAL ARTICLE

NILAI KEARIFAN LOKAL PANCASILA DALAM PERMAINAN TRADISIONAL ANAK: BENTENGAN

Innoccentius Gerardo Mayolla

Journal:   Aggiornamento. Year: 2024 Vol: 4 (02)Pages: 14-27
JOURNAL ARTICLE

Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Masyarakat Adat dalam Pemilihan Legislatif di Papua

Jimmy Z. UsfunanYustus Pondayar

Journal:   Jurnal Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Negara (JAPHTN-HAN) Year: 2022 Vol: 1 (2)Pages: 277-289
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.