JOURNAL ARTICLE

RITUAL PENGLUKATAN PADA HARI TUMPEK WAYANG DI DESA PAKRAMAN BANJARANGKAN KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG (Kajian Teologi Hindu)

I Wayan Murjana

Year: 2017 Journal:   Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol: 1 (2)Pages: 432-432   Publisher: Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Abstract

<p>Kehidupan beragama Hindu di Bali tercermin melalui upacara <em>Yadnya </em>yang dipadukan dengan kebudayaan. <em>Yadnya </em>tersebut diaplikasikan dalam berbagi ritual keagamaan salah satunya yaitu ritual <em>Penglukatan </em>pada hari <em>Tumpek Wayang/Sapuh Leger</em>. Ritual <em>Penglukatan </em>ini tergolong unik karena dipadukan dengan kesenian wayang yang memiliki spririt agama Hindu. Adapun permasalahan yang dapat dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana prosesi <em>penglukatan?</em>, apa fungsinya?, apa makna ritual <em>penglukatan </em>pada hari <em>tumpek wayang?</em>.</p><p>Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori religi untuk membedah prosesi ritual <em>penglukatan </em>pada hari <em>tumpek wayang</em>, teori fungsional struktural untuk membedah fungsi ritual serta teori simbol untuk membedah makna melalui simbol yang digunakan dalam ritual ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang berupa keterangan dari informan dan literatur, sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara tak berstruktur dan data sekunder yang diperoleh dari literatur yang relevan dengan masalah penelitian. Informan ditentukan dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.</p><p>Temuan yang didapat dalam penelitian ini (1) prosesi ritual <em>penglukatan </em>pada hari <em>tumpek wayang</em> terdiri dari rangkaian upacara meliputi; <em>nedunang Sang Hyang Iswara</em>, <em>ngarga tirtha</em>, pembersihan <em>banten</em>, <em>nglukat</em>, <em>natab</em>, <em>ngaturang pebuktian</em> dan <em>ngelebar</em>. Sarana/<em>banten</em> yang digunakan yaitu; <em>peras pejati</em>, pesucian, tebasab sapuh lara dan lara melaradan, muncuk dapdap, benang tri datu, <em>jinah bolong</em> wayang (<em>siwa, acintya, malen, krisna</em>), <em>sembe</em>, priuk tanah. (2) fungsi ritual ini yaitu fungsi kesucian untuk membersihkan <em>mala/leteh </em>akibat hari kelahiran, fungsi etika dan moral kaitannya dengan perwatakan serta fungsi religius berkaitan dengan dasar keyakinan dalam ritual ini. (3) Makna ritual <em>penglukatan </em>pada hari <em>tumpek wayang</em> yaitu makna teologi tirtha sebagai bentuk pembelajaran tentang hakekat Tuhan, berkah serta wahana Tuhan untuk menunjukan cinta kasih-Nya dan makna teologi wayang sebagai bayangan atau wujud dari personifikasi Tuhan</p><p> </p>

Keywords:
Humanities Art Hinduism Philosophy Theology

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.31
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Cultural and Artistic Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies
Cultural and Educational Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.