JOURNAL ARTICLE

FORMULASI HUKUM PIDANA DALAM MENETAPKAN KERUGIAN NEGARA PADA TINDAK PIDANA KORUPSI

Agus Dimyati

Year: 2018 Journal:   Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia Vol: 3 (1)Pages: 21-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengkaji ulang untuk memberantas korupsi yang berimplikasi dengan tugas, fungsi dan wewenang antara (SAI) ke (BFDC) dalam menilai dan menetapkan kerugian menurut undang-undang dan peraturan negara. Penelitian ini menerapkan hukum normatif dengan rancangan deskriptif dan evaluatif. Ini Hukum, konsep dan pendekatan historis yang terapan. Sumber data sekunder dari penelitian ini adalah materi hukum primer dan materi hukum sekunder. Data penelitian dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan. Hasil penelitian berdasarkan prinsip hukum, kewenangan, teori hirarki hukum, dan teori rule of law menunjukkan bahwa kewenangan BFDC bertentangan dengan SAI berdasarkan Undang-Undang KPK (ACC) dan UU tentang tindakan pidana korupsi. Kontradiksi tersebut muncul karena ada ketidaksesuaian antara undang-undang ACC dan SAI dalam menentukan institusi yang berwenang dalam mengkoordinasikan pemberantasan korupsi. Hukum SAI secara eksplisit menyatakan bahwa SAI merupkan badan yang mempunyai wewenang untuk menetapkan atau menilai kerugian negara, sedangkan peraturan ACC mengatur bahwa selain SAI ada juga institusi yang berwenang bahwa BFDC. Kewenangan sebaliknya BFDC juga muncul dalam menentukan institusi yang berwenang di negara tersebut dalam menghitung kerugian. Ketidakjelasan Pasal 6 (a) peraturan ACC dan Pasal 32 UU Pemberantasan Kasus Korupsi dalam memonitor dan/atau mengatur instansi yang memiliki wewenang dalam penghitungan kerugian keuangan negara yang digunakan oleh BDFC sebagai senjata untuk melaksanakan kewenangannya. Ketidakjelasan menyebabkan masalah pihak berwajib dalam penggunaan hasil audit dari SAI atau BFDC. Masalah itu muncul ketika hasil audit yang digunakan oleh pihak berwajibadalah hasil audit oleh BFDC, sedangkan peraturan SAI secara eksplisit menyatakan bahwa BPK adalah satu-satunya instansi yang berwenang.

Keywords:
Humanities Political science Philosophy

Metrics

2
Cited By
2.25
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.86
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Legal and Policy Analysis in Indonesia
Social Sciences →  Social Sciences →  Law
Indonesian Legal and Regulatory Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Political Science and International Relations

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Kewenangan Menetapkan Kerugian Keuangan Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi

Runi YasirFaisal A. RaniMohd. Din

Journal:   Syiah Kuala Law Journal Year: 2019 Vol: 3 (2)Pages: 281-295
JOURNAL ARTICLE

PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI DAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM OPTIK HUKUM PIDANA

Suhendar Suhendar

Journal:   Pamulang Law Review Year: 2019 Vol: 1 (1)Pages: 85-85
JOURNAL ARTICLE

Kebijakan Formulasi Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi

Ridwan Ridwan

Journal:   DOAJ (DOAJ: Directory of Open Access Journals) Year: 2013
JOURNAL ARTICLE

KEBIJAKAN FORMULASI HUKUM PIDANA DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KORUPSI

Ridwan Ridwan

Journal:   LAW REFORM Year: 2012 Vol: 8 (1)Pages: 78-78
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.