Tulisan ini membahas posisi perempuan di ruang publik yang ditampilkan dalam cerpen-cerpen Kalimantan Timur. Dengan perspektif feminis, penelitian ini menganalisis proses perempuan dalam melakukan pemilihan identitas. Analisis dilakukan dengan membahas bagaimana perempuan diposisikan dalam sebuah konstruksi sosial. Sikap perempuan terhadap posisi tersebut juga dianalisis. Hasil analisis menunjukkan perempuan diposisikan secara marginal di ruang publik. Perempuan mengambil sikap meresistensi atau menolak perlakuan tersebut. Analisis juga menunjukkan bahwa adapula perempuan yang tidak dapat keluar dari perlakuan patriarkat dikarenakan posisinya yang lemah secara sosial ekonomi. Perlakuan patriarkat tersebut juga menimbulkan konflik diri. Proses pemilihan identitas berlangsung rumit. Abstract: The present paper discusses women’s status in public space in East Kalimantan short stories. Using feminist perspectives, it analyzes the process that women do to choose their identities by discussing how women are placed in a social construction and women’s attitude toward that position as well. The analysis result shows that women are marginally placed in public space and they resist or refuse that behavior and there are also women who cannot get out of patriarchal attitudes since they are socially and economically weak. Those patriarchal attitudes set up self-conflicts. The identity selection process is complicated. Key Words: identity; public place; patriarchy
Alfian RokhmansyahNita Maya ValiantienNella Putri Giriani