DISSERTATION

STUDI ANALISIS NARATIF: REPRESENTASI PESANTREN DALAM FILM “3 DOA 3 CINTA”

A.W.D. Santi

Year: 2010 University:   Gastroenterology Vol: 125 (6)Pages: 1868-77   Publisher: Elsevier BV

Abstract

Maraknya tindak terorisme sedikit banyak telah mempengaruhi pandangan masyarakat umum tentang Islam. Terlebih lagi ketika media cetak dan elektronik banyak memberitakan masalah terorisme. Fakta yang diberitakan bahwa para teroris yang telah berhasil dilacak sebagian besar merupakan alumnus dari pondok pesantren, turut mencoreng tak hanya nama Islam, tetapi juga pesantren itu sendiri. Yang terjadi kemudian adalah, masyarakat Indonesia dan internasional menggeneralisasi bahwa semua pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam radikal yang mencetak teroris. Untuk menepis anggapan bahawa Islam dan pesantren merupakan sarang teroris dan lembaga pendidikan yang radikal dan mengajarkan kekerasan, maka kemudian muncul film 3 Doa 3 Cinta yang sutradara sekaligus penulis skenarionya pernah menjalani kehidupan pesantren. Film 3 Doa 3 Cinta berusaha menyuguhkan bagaimana kehidupan pesantren Indonesia yang penuh cinta damai. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure, dengan fokus penelitian bagaimana representasi wajah pesantren Indonesia serta ideologi tersembunyi yang dikonstruksikan melalui film 3 Doa 3 Cinta. Teori utama yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis naratif Vladimir Propp yang telah dimodifikasi oleh John Fiske. Propp mendasarkan analisisnya pada fungsi pelaku. Menurutnya, suatu fungsi dipahami sebagai tindakan seorang tokoh yang dibatasi dari maknanya demi berlangsungnya suatu tindakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film 3 Doa 3 Cinta tidak sekadar memberi gambaran kepada masyarakat tentang bagaimana kehidupan dalam pesantren, lebih dari itu, film yang dibuat dengan tujuan untuk “membela” pesantren dari tudingan sebagai tempat pengkaderan teroris ini justru juga memberikan kritikan-kritikan terhadap lembaga pesantren itu sendiri. Pada dasarnya pesantren ini mengajarkan bahwa Islam merupakan agama yang cinta damai. Radikalisme yang selama ini mencoreng nama pesantren sebenarnya justru berasal dari luar pesantren. Kalaupun ada oknum-oknum pesantren yang terlibat dengan praktik radikalisme tersebut, maka itu tidak ada hubungannya dengan apa yang diajarkan oleh pesantren. Meskipun film ini berusaha menunjukkan bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan agama yang cinta damai, namun di sisi lain film ini justru juga membongkar segala problematika yang ada dalam pesantren, seperti homoseksualitas, poligami, dan keterpecahan santri. Key Word: Pesantren, Terorisme, Representasi, Film, Naratif

Keywords:
Humanities Art Political science

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Islamic Studies and Radicalism
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Diverse Cultural Media Analysis
Physical Sciences →  Engineering →  Media Technology
Islamic Finance and Communication
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

REPRESENTASI IDENTITAS SANTRI (Analisis Semiotika Model John Fiske Dalam Film Cahaya Cinta Pesantren)

Hagi Julio SalasTina Kartika

Journal:   Al-Mishbah | Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Year: 2020 Vol: 16 (1)Pages: 57-57
JOURNAL ARTICLE

Analisis Adab Dalam Film Cahaya Cinta Pesantren

Taufiq Hidayat Shidiq

Journal:   Tabsyir Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Year: 2025 Vol: 6 (2)Pages: 38-48
JOURNAL ARTICLE

EKRANISASI UNSUR NARATIF DALAM FILM CAHAYA CINTA PESANTREN SUTRADARA RAYMOND HANDAYA

Muhammad Ali Mursid Alfathoni

Journal:   PROPORSI Jurnal Desain Multimedia dan Industri Kreatif Year: 2017 Vol: 2 (2)Pages: 153-165
JOURNAL ARTICLE

REPRESENTASI SIKAP OPTIMISME DALAM FILM CAHAYA CINTA PESANTREN KARYA IRA MADAN

Cut Roza ApriliziaTrisfayani TrisfayaniMaulidawati Maulidawati

Journal:   KANDE Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Year: 2024 Vol: 4 (2)Pages: 189-189
JOURNAL ARTICLE

Analisis Naratif Makna Cantik Dalam Film “Imperfect: Karir , Cinta dan Timbangan”

Pradifta Qinthara KusnadiDede Lilis Chaerowati

Journal:   Bandung Conference Series Communication Management Year: 2025 Vol: 5 (2)
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.