Pradifta Qinthara KusnadiDede Lilis Chaerowati
Abstract. The film Imperfect: Career, Love & Scales (2019), directed by Ernest Prakasa and adapted from the book Imperfect: A Journey to Self-Acceptance by Meira Anastasia, presents a profound story about a woman’s struggle to face social pressures related to narrow and discriminatory beauty standards. The film portrays the experiences of the main character, Rara, who feels marginalized in both her social and professional life due to her appearance, which does not meet society’s expectations of beauty.Using Tzvetan Todorov’s narrative theory, the film’s storyline is analyzed by dividing the narrative into three stages: initial equilibrium, disruption of equilibrium, and new equilibrium. Through this structure, Rara faces a major dilemma concerning self-identity, beauty, and social acceptance, which increasingly affects her personal and professional relationships. The inner conflict experienced by Rara reflects a broader social phenomenon faced by many women, who often feel inadequate simply because their physical appearance does not conform to dominant societal standards. This study aims to analyze how Imperfect conveys social criticism of constructed beauty standards in society through its characters, as well as to uncover the moral messages that can be derived from the narrative. The film also serves to educate the public on the importance of self-acceptance and loving oneself as they are, without being trapped by unrealistic social demands. Abstrak. Film Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan (2019) karya Ernest Prakasa, yang diadaptasi dari buku Imperfect: A Journey to Self-Acceptance oleh Meira Anastasia, menyajikan cerita yang mendalam mengenai perjuangan seorang perempuan untuk menghadapi tekanan sosial yang berhubungan dengan standar kecantikan yang sempit dan diskriminatif. Film ini menggambarkan pengalaman tokoh utama, Rara, yang merasa terpinggirkan dalam kehidupan sosial dan profesional karena penampilannya yang tidak memenuhi harapan masyarakat akan kecantikan. Menggunakan teori naratif Tzvetan Todorov, film ini menganalisis alur cerita dengan membagi narasi ke dalam tiga tahap: keseimbangan awal, gangguan terhadap keseimbangan, dan keseimbangan baru. Melalui film ini, Rara menghadapi dilema besar terkait identitas diri, kecantikan, dan penerimaan sosial yang semakin mengganggu hubungan personal dan profesionalnya. Konflik batin yang dialami oleh Rara mencerminkan fenomena sosial yang terjadi pada banyak perempuan, di mana mereka sering kali merasa tidak cukup hanya karena penampilan fisik mereka tidak sesuai dengan standar yang dominan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film Imperfect menyampaikan kritik sosial terhadap standar kecantikan yang terbentuk dalam masyarakat melalui karakter-karakter yang ada, serta mengungkapkan pesan moral yang dapat diambil dari narasi tersebut. Film ini juga berfungsi mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penerimaan diri dan mencintai diri apa adanya, tanpa terjebak pada tuntutan sosial yang tidak realistis.
Ugunawan UgunawanEka YusupMuhamad Ramdhani
Ellyda RetpitasariSelly Arsita Dewi PermanaDifa'un Nadhiroh