Indah Jesica HutapeaJoy Gracia PakpahanChade Chatena MunteNadila Dirawan TanjungClarisa Br. SimarmataNurhudayah Manjani
Pembelajaran bangun datar di sekolah dasar sering dianggap abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar geometri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana integrasi kearifan lokal Sumatera Utara dalam perspektif etnomatematika dapat digunakan sebagai pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bangun datar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah terkait etnomatematika, budaya lokal, dan pembelajaran geometri. Hasil kajian menunjukkan bahwa artefak budaya seperti Rumah Bolon, motif ulos, kain tenun Melayu, Bika Ambon, dan onde-onde mengandung representasi bangun datar, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium, belah ketupat, dan lingkaran yang dapat dijadikan media konkret dalam pembelajaran. Integrasi budaya tersebut membantu siswa menghubungkan konsep abstrak dengan objek nyata, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah. Implikasinya, pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa sekolah dasar.
Chandra Ayu ProboriniAinur RochmahSuhartiningsih Suhartiningsih
Yona WahyuningsihRiana Marthalivia JauharShiva Aqila Zikri
Lia RismawatiMuh. Jaelani Al-Pansori
Pendais HakDade Prat UntartiAli HadaraIsna IsnaLa Ode Dinda
Imelsi AnnissabrinaHikmah Setia NasrulIlham IfliadiDwi Septian AbimanyuAgavin. MSArlene Joy Nebres