Sefti Ninis AriskaEmawati Emawati Emawati
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk melakukan tindakan sosial melalui tuturan. Dalam pragmatik, fenomena ini disebut tindak tutur, khususnya tindak tutur ilokusi yang mencerminkan maksud dan tujuan penutur secara langsung dalam interaksi. Film menjadi media yang tepat untuk mengkaji fenomena tersebut karena menyajikan tuturan dalam konteks yang nyata dan bermakna. Film Hello Ghost (2023) dipilih karena memuat berbagai bentuk ilokusi yang relevan untuk dianalisis secara linguistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi dalam dialog film serta mengidentifikasi bentuk ilokusi yang paling dominan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik menggunakan teori Searle. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59 data tindak tutur ilokusi yang terdiri atas jenis asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Jenis yang paling dominan adalah tindak tutur asertif, menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dalam film lebih banyak menggunakan tuturan untuk menyampaikan informasi, keyakinan, dan perasaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik dan pembelajaran bahasa berbasis media film.
Dhea Cahyanti RizkiAsnawi Asnawi
Meilani KusumastutiAsep Purwo Yudi Utomo
Lisa Widya NingsihSepti Muristyani
Ashrafah Alaifi AuliaChuduriah SahabuddinWahyuddin Wahyuddin
Ashrafah Alaifi AuliaChuduriah SahabuddinWahyuddin Wahyuddin