Ahmad ShofiyulhudaWilly HandokoWiwik Windarti
Latar belakang: Stres akademik dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, sementara aktivitas fisik yang rutin diketahui dapat bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. Aktivitas fisik melibatkan gerakan tubuh yang mengeluarkan energi, dan dapat dilakukan dalam berbagai intensitas, termasuk pekerjaan rumah tangga, transportasi, dan olahraga. Metode: Menggunakan desain analisis obeservasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 89 mahasiswa dijadikan sampel melalui metode total sampling. Uji korelasi Spearman digunakan untuk analisis. Hasil: Mayoritas sampel dalam penelitian ini adalah perempuan (52,8%), dengan angkatan mahasiswa terbanyak adalah angkatan 2020 (71,9%). Sebagian besar mahasiswa melakukan aktivitas fisik berat (49,4%), dan memiliki tingkat stres akademik sedang (36,0%), hasil uji korelasi antara dua variabel tersebut menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,813 > 0,05, yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat stres akademik pada mahasiswa kedokteran yang sedang menyusun skripsi di Universitas Tanjungpura.
Dwi Resqy AmanaWilson WilsonEry Hermawati
Hamzah HamzahSusy Olivia Lontoh
Tiara FidhianiIta ArmyantiEry Hermawati
Muhammad Rezwan QhuzairiAgustina Rahayu MagdaleniSulistiawati SulistiawatiEndang SawitriIndra Sukmana Putra
Ersy Aprilya FransiskaTriyana Harlia PutriTitan Ligita