Larasia Gloria AyuDwi YatiSuparjo Suparjo
Penumpukan prostaglandin selama menstruasi mengakibatkan hiperkontraksi uterus dan menimbulkan nyeri. Prevalensi dismenorea primer di Indonesia sekitar 54,89%. Dampak dari dismenorea primer jika tidak segera ditangani adalah terganggunya aktivitas belajar. Makanan cepat saji berperan dalam faktor risiko terjadinya dismenorea primer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan dismenorea primer pada remaja putri di SMK. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri SMK Koperasi Yogyakarta yang berjumlah 63. Sampel ditentukan dengan teknik stratified random sampling dengan jumlah 54 remaja putri. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2024. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner FFQ dan kuesioner dismenorea. Analisa data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi makanan cepat saji mayoritas dalam kategori sering yaitu 29 responden (53,7%), dismenorea mayoritas dalam kategori berat yaitu 28 responden (51,9%). Hasil uji statistik diperoleh p-value 0,001 (<0,05) dengan keeratan hubungan sangat kuat (0,833). Arah korelasi positif berarti semakin sering konsumsi makanan cepat saji maka semakin berat dismenorea yang dialami. Terdapat hubungan antara makanan cepat saji dengan dismenorea primer pada remaja putr. Sebaiknya remaja putri menghindari konsumsi makanan cepat saji dan beralih pada makanan sehat sehingga dapat mengurangi dismenorea primer saat menstruasi.
Saskya Nadyra LestariFriska RealitaMuliatul Jannah
Aulia Tazkia FarhaniListyani HidayatiDyah Intan Puspitasari
Dara ArdhiaShafira Nurul IzzaMira Rizkia