Tugas utama guru Bimbingan dan Konseling (BK) adalah membantu peserta didik dalam mencapai tugas perkembangannya sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) pada setiap periode perkembangan. Oleh karena itu, guru BK memerlukan dukungan serta kerja sama dari berbagai pihak, disertai sarana dan prasarana yang memadai. Namun, dalam praktiknya guru BK menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap seorang guru dengan inisial “NR” di salah satu SMP Negeri di Kota Palangka Raya. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menghadapi sejumlah kendala, antara lain kurangnya pemahaman stakeholders terhadap tugas dan fungsi guru BK; jumlah siswa yang melebihi 150 orang serta adanya siswa yang sulit diajak bekerja sama; beban tugas tambahan yang mengurangi fokus layanan; ruang BK yang belum terstandarisasi; perubahan kurikulum yang menuntut penyesuaian baru dalam format layanan; serta keterbatasan buku referensi untuk mendukung layanan bimbingan dan konseling.
Malim Soleh RambeEli Marlina HarahapNurmaini Ginting
Dedi DefriansyahBeni AzwarHartini Hartini
Dedi DefriansyahBeni AzwarHartini Hartini
Yenti Arsini Siti Fadilah Br Purba
Siti Fadilah Br Purba, Yenti Arsini