Kearifan lokal terdiri atas kearifan lokal yang berwujud berupa aturan/sistem nilai, arsitektur bangunan, alat dan senjata tradisional dan tidak berwujud seperti nasihat/peribahasa, nyanyian, pantun, dan cerita rakyat. Hilangnya budaya lokal di Indonesia menjadi perhatian serius seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi global. Kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat khususnya generasi muda mudah untuk terpapar budaya asing melalui platform media sosial, film, dan musik.Pada rancangan ini menggunakan jenis/pendekatan penelitian yang berupa Studi Kepustakaan (Library Research). Studi kepustakaan merupakan suatu studi yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, majalah, kisah-kisah sejarah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pancasila memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya lokal. Sebagai warga negara Indonesia agar dapat melestarikan budaya lokal di Kota Ternate melalui berbagai wahana dan sarana, karena kearifan lokal di Kota Ternate mempunyai perilaku, tata cara, dan nilai - nilai yang terkandung didalamnya untuk menjunjung tinggi kebersamaan dalam berbagai dinamika kehidupan bermasyarakat sehingga sikap toleransi, gotong royong dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dari kearifan lokal.
Habiburrahman DaniahDede KosasihYatun Romdonah Awaliah