Maydani Nur MajidahAnis Masruri
Fenomena information overload di era digital menempatkan pustakawan sebagai fasilitator informasi yang harus memiliki keterampilan sosial yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keterampilan sosial pustakawan dalam menghadapi masyarakat informasi dan tantangan yang menyertainya. Keterampilan sosial seperti komunikasi interpersonal, empati, kerjasama, dan pengelolaan emosi menjadi fondasi penting untuk menciptakan layanan perpustakaan yang responsif dan inklusif. Metode penelitian menggunakan pendekatan pustaka dengan menganalisis lteratur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan berperan tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan (agent of change) yang mendukung literasi informasi dan penggunaan informasi secara bijak. Dalam menghadapi tantangan information overload, pustakawan harus mampu mengidentifikasi kebutuhan informasi masyarakat, memanfaatkan teknologi digital, dan mengembangkan program inovatif yang relevan. Selain itu, pengembangan keterampilan sosial seperti empati, kemampuan melobi, dan negosiasi diperlukan untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterampilan sosial pustakawan sebagai elemen inti dalam layanan di perpustakaan. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi institusi perpustakaan untuk merancang pelatihan keterampilan sosial yang lebih terarah guna meningkatkan kualitas layanan dan relevansi perpustakaan di era digital.
Nurul Alifah RahmawatiArif Cahyo Bachtiar
Mutty HariyatiHeriyanto Heriyanto