Secara historis, studi Hubungan Internasional merupakan temuan budaya Barat yang pada awal kehadirannya lebih banyak membahas tentang kepentingan negara-negara besar yang terlibat dalam perang dan perdamaian internasional. Sebagai temuan budaya Barat, studi hubungan internasional didominasi oleh paradigma yang dibangun di atas fondasi epistemologi yang menempatkan manusia sebagai pusat realitas (antroposentris). Dalam konteks ini, menjadi relevan untuk mengedepankan pendekatan Islam sebagai salah satu pendekatan alternatif. Salah satu cendekiawan muslim Indonesia yang menawarkan kerangka konseptual tentang paradigma Islam adalah Kuntowijoyo. Ia memperkenalkan gagasan Ilmu Sosial Profetik yang berupaya untuk mengintegrasikan wahyu dan realitas sosial ke dalam bangunan ilmu pengetahuan.
Alfiansyah AnwarMusafir PababbariMusdalifa Ibrahim
Adellia Widya pratamaAcep Mulyadi