Masalah stunting di Indonesia merupakan tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Meskipun prevalensi stunting menurun dari tahun ke tahun, kondisi ini masih menjadi ancaman serius bagi generasi mendatang, terutama di daerah tertinggal dan miskin. Stunting tidak hanya mencerminkan masalah gizi yang kronis, tetapi juga mencerminkan kesenjangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang kompleks. Penanganan stunting memerlukan pendekatan kebijakan yang menyeluruh dan terintegrasi lintas sektor, melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat keluarga. Kebijakan penurunan stunting yang telah diterapkan, seperti Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting), terbukti membawa dampak positif dengan penurunan prevalensi yang konsisten. Namun, masih banyak tantangan di lapangan, seperti koordinasi antarinstansi yang belum optimal, keterbatasan anggaran daerah, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Stunting harus dipandang bukan hanya sebagai masalah kesehatan, melainkan sebagai krisis pembangunan manusia yang berdampak luas terhadap pendidikan, produktivitas tenaga kerja, dan daya saing nasional.
Melyana Nurul WidyawatiSri SumarniKrisdianan WijayantiBambang SutomoSri Endang WindiartiMufti Agung Wibowo
Robby Firmansyah AjiRachmawati Novaria
Kurnia Tri HermawanIndah Gilang Pusparani