Pemulihan ekonomi pasca pandemi menjadi isu penting yang menuntut analisismendalam terhadap efektivitas kebijakan dan strategi pemerintah dalam membangkitkankembali sektor UMKM. Terjadinya Pandemi Covid-19 di akhir tahun 2019 lalu menjadimasalah dunia internasional termasuk di Indonesia, pemerintah menerapkan serangkaiankebijakan (Marginingsih, 2021). Kebijakan tersebut antara lain pembatasan interaksi sosial(social distancing), imbauan kerja dari rumah (work from home) bagi para pekerja, ajakanuntuk meminimalisir aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, serta penghentian sementarakegiatan beribadah secara berjamaah. Kebijakan tersebut membawa risiko besar dan dampakyang signifikan terhadap perekonomian nasional. Pemerintah kemudian memperkuat kebijakantersebut dengan menerapkan physical distancing dan mengeluarkan peraturan PembatasanSosial Berskala Besar (PSBB). Aturan PSBB ini memberikan pengaruh yang sangat besar, baikbagi perekonomian nasional maupun daerah. Dampaknya terlihat dengan ditutupnya pusatperbelanjaan, mal, dan hampir seluruh toko untuk mencegah kerumunan massa yang berpotensimempercepat penularan virus.Perekonomian domestik negara & Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)mengalami dampak yang signifikan akibat pandemi COVID-19 yang melanda perekonomianglobal. Pandemi ini memicu ancaman krisis ekonomi yang serius. Bank Indonesia (BI)menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap 87,5% atausetara dengan 2.600 pelaku UMKM. Secara lebih rinci, sebanyak 93,2% dari UMKM yangterdampak mengalami penurunan pada sisi penjualan. Dampak pandemi terhadap sektorUMKM sangat merugikan berbagai pihak, baik pelaku usaha maupun pemerintah, mengingat.UMKM merupakan pilar penting bagi stabilitas perekonomian nasional dan daerah. Parapelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan multidimensiselama pandemi, serta mengalami penurunan permintaan yang menyebabkan kesulitan dalammemasarkan produk (Majesty E. E. Pelealu, 2023).
Murthada SinurayaAulia Keiko HubbansyahNurul Hilmiyah