Implementasi e-government di Kabupaten Bandung masih menemui beberapa kendala, yaitu infrastruktur telekomunikasi yang belum memadai. Teori yang digunakan adalah menurut (Indrajit, 2004) ada tiga elemen untuk mengimplementasikan konsep e-government, yaitu: dukungan, kapasitas dan nilai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi e-government di Kabupaten Bandung sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang bersumber dari sejumlah artikel di jurnal, artikel ilmiah, buku, peraturan, konten media informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-government di Kabupaten Bandung masih dalam tahap pembangunan yang belum kuat, hal ini terlihat dari keterbatasan infrastruktur pendukung teknologi dan kualitas sumber daya dalam teknologi sektor yang masih kurang. Kesimpulannya adalah unsur dukungan, mendapat dukungan dari aparat pemerintah di Kabupaten Bandung untuk mengimplementasikan implementasi e-government di bidang Komunikasi dan Informasi. Pada elemen kapasitas, infrastruktur Kabupaten Bandung masih mengalami kekurangan dalam penerapan e-government karena proses pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap. Sementara itu, sumber daya manusia di Kabupaten Bandung masih kurang dalam bidang teknologi. Dalam elemen nilai, pemanfaatan aplikasi, Kabupaten Bandung telah mengimplementasikan beberapa aplikasi berbasis internet untuk mendukung pelayanan publik dan pemanfaatan data informasi yang dapat diakses dalam satu portal data.
Khoerunisa, Amelia Najatin, Faqih Eka Muhammad Anwar, Rahmat Santa, Junjunan Maulana Yusuf
Khoerunisa, Amelia Najatin, Faqih Eka Muhammad Anwar, Rahmat Santa, Junjunan Maulana Yusuf
Mutia Islam ARIhyani MalikRiskasari Riskasari