Gafatar adalah bentuk pergolakan masyarakat di Indonesia pada era reformasi saat ini. Isu seputar ideologi dan upaya kasus makar menjadi masalah yang menyebabkan Gafatar kehilangan massa publik. Gafatar memiliki konsep swasembada pangan yang kemudian diimplementasikan dalam gerakan tani sebagai kritiknya terhadap pemerintah. Untuk menjelaskan dinamika gerakan sosial Gafatar, penelitian ini menggunakan teori McAdam tentang Peluang Politik, Struktur Mobilisasi, dan Framing Budaya. Peluang politik muncul dari ketidakpercayaan program-program pemerintah yang telah ditawarkan kepada orang-orang yang dianggap tidak efektif. Struktur mobilisasi gerakan Gafatar diwujudkan melalui pembentukan organisasi, membentuk jaringan kerja sama, dan tindakan kolektif. Sementara framing budaya, diciptakan melalui isu-isu yang ditujukan kepada Gafatar yang menyebabkan pembentukan stigma negatif di masyarakat.