Pendirian unit sekolah baru (SMA/ SMK) di kecamatan Kalikotes perlu memperoleh perhatian yang sungguh-sungguh. Dengan berdirinya SMA/SMK di Kalikotes sangat berarti karena (a) dapat mengurangi tekanan/ beban kecamatan-kecamatan terdekatnya, (b) mengurangi beban orangtua (masyarakat) baik secara finansial maupun beban psikologis. Tentu saja hal itu membutuhkan studi dan diskusi lanjutan secara cermat dan hati-hati agar tidak menimbulkan benturan-benturan yang bisa berakibat lebih buruk. Data pendidikan yang disajikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Klaten seharusnya terpilah menurut (a) jenis kelamin (laki-laki- perempuan), (b) tempat tinggal (kota-desa), dan (c) kelompok pendapatan rumahtangga (tertinggi-tinggi-sedang- rendah-sangat rendah). Dengan demikian akan dapat “membuka mata” kita sebenarnya “siapa” yang menikmati pendidikan lebih baik di kabupaten ini; apakah laki-laki atau perempuan, apakah mereka yang bertempat tinggal di perkotaan atau di perdesaan dan apakah mereka yang kaya atau termasuk juga penduduk yang miskin. Dalam rangka menjaga keprofesionalan guru sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dialog-dialog akademik di kalangan para guru sebaiknya lebih ditingkatkan; termasuk memotivasi dan menumbuhkembangkan kebiasaan dan budaya menulis karya ilmiah/ melakukan penelitian. Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten mestinya memprakarsai dan memfasilitasi terbitnya sebuah “Majalah Ilmiah” bidang pendidikan sebagai wahana bagi guru untuk saling berkomunikasi secara ilmiah. Selain kualifikasi dan kompetensi guru, proses perekrutan guru di kabupaten Klaten perlu memperhatikan disesuaikan jurusan dengan kebutuhan setiap mata pelajaran yang masih kurang berdasarkan kenyataan di lapangan. Hal itu sangat penting untuk memberikan jaminan bahwa hanya guru-guru profesional saja yang melaksanakan tugas mengajar di sekolah sehingga upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat dipercepat.