Sunkudon, Pieter Gerald OktavianusTjandra, YewinPalondongan, DaudBaginda, LeopoldRecky M., Umbur
Demikian juga khotbah-khotbah di gereja bahkan antusias umat Tuhan untuk membaca dan mempelajari Perjanjian Lama agak kurang dibandingkan Perjanjian Baru. Salah satu alasannya adalah karena mempelajari Perjanjian Lama dirasa memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Hal tersebut cukup masuk akal karena mengeksplor Perjanjian Lama memang membutuhkan analisis yang lebih kompleks baik terkait dengan konteks, latar belakang, genre kitab dan banyak hal yang ada dalam dinamika kehidupan masyarakat Israel kuno. Menemukan makna di dalam Perjanjian Lama bagaikan menemukan harta karun yang sangat bernilai untuk memahami Perjanjian Baru dan rencana Allah yang agung dalam misi Yesus Kristus berinkarnasi ke dunia. Buku ajar ini memuat hal-hal yang sangat krusial yang akan sangat membekali pembelajar Alkitab untuk menemukan harta yang tak ternilai yang ada dalam Perjanjian Lama. Pemaparan dan penyajian yang sangat logis, sistematis dan lengkap baik dalam hal sejarah, budaya, arkeologi, system kehidupan masyarakat yang berbeda dengan konteks masyarakat sekarang, berbagai ritual dalam keagamaan Israel kuno bahkan juga dalam hal teologi dan tinjauan terhadap 39 kitab dalam Perjajian Lama menjadikan buku ajar ini sangat baik dan memiliki kontribusi yang sangat besar untuk membangkitkan minat mahasiswa teologi bahkan seluruh umat untuk mempelajari Perjanjian Lama.
Sunkudon, Pieter Gerald OktavianusTjandra, YewinPalondongan, DaudBaginda, LeopoldRecky M., Umbur
Arief WisaksonoSyamsudduha SyahroriniIzza Anshory