Wahidul BasriSN4JPSFISUNP2019Etmi Hardi
Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pembelajaran sejarah yang bernuansa muatan lokal masih amat jarang diterapkan oleh para guru sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Sumatera Barat. Padahal dalam kurikulum KTSP dan K-13 yang diterapkan di berbagai sekolah di Indonesia dewasa ini mengharuskan masuknya muatan lokal ke dalamnya. Penelitian ini ingin menelusuri bagaimana materi muatan lokal Sumatera Barat diimplementasikan guru sejarah dalan proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di beberapa SMA yang berada di Sumatera Barat. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif, dengan menjaring data dari berbagai sumber, seperti dokumen, observasi, dan wawancara lapangan dengan berbagai pihak yang dapat memberikan informasi. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan mengunakan tekhnik analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya guru sejarah di SMA Negeri di Sumatera Barat belum lagi memanfaatkan materi materi sejarah yang mengandung muatan lokal dalam proses pembelajaran. Mereka belum lagi memperkaya materi sejarah yang diajarkan dengan hal hal yang bersifat lokal Sumatera Barat. Terjadinya hal ini disebabkan oleh banyak faktor, baik yang berasal dari guru itu sendiri (internal), maupun berbagai faktor yang datang dari luar guru itu sendiri (eksternal).
Tari Triana FitriRidho Bayu Yefterson