Nailatur RohmahAh. Shibghatullah Mujaddidi
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki potensi besar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Penelitian ini berfokus pada Pondok Pesantren Darussalam Billapora Timur, Sumenep, yang menginisiasi usaha batik tulis yang bernama Batik Gungsumi. Inovasi ini memanfaatkan manuskrip kuno desa sebagai inspirasi motif batik, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga mengandung nilai budaya dan spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengasuh pesantren, santri, serta alumni yang terlibat dalam usaha batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Gungsumi memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian ekonomi pesantren melalui peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan santri. Selain itu, inovasi desain berbasis manuskrip turut memperkuat identitas budaya lokal dan meningkatkan daya saing pesantren di tengah persaingan industri kreatif. Dengan demikian, Batik Gungsumi tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi pesantren, tetapi juga media pelestarian budaya serta wadah pembelajaran kreatif bagi santri dalam menghadapi tantangan modern.
Desy NurcahyantiAgus SachariAchmad Haldani DestiarmandYan Yan Sunarya
Vovi SintaLailatul FitriyahNuri Liana SariSinta Budi Kusuma
Luthfi RiadiAchmad FebriantoSaifuddin Saifuddin