Najwa Shahzaadee FirdausMuhamad IqbalLuthfi Alfath NursalamResya FalishaDeviana NurhudaWisnu Suryo NegoroZada UtamaAri Indra Susanti
Ketahanan pangan merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting. Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten memiliki potensi besar dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian dan perikanan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan inovasi, keterampilan pengolahan serta rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai diversifikasi pangan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Sebelas Maret melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli–Agustus 2025 dengan tema “Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengentasan Kemiskinan”. Program ini berfokus pada edukasi diversifikasi pangan dan workshop pengolahan pangan alternatif berbasis bahan lokal, seperti nugget lele dan pudding singkong. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), dalam memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk pangan yang lebih beragam, bergizi, serta bernilai ekonomis. Kegiatan KKN di Desa Kotesan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengentaskan kemiskinan, tetapi juga sejalan dengan agenda pembangunan global untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
David SutendiDiah Setyorini GunawanMuhammad RifqiDwita Aprillia Floresti
Puput Devi SaputriA.M. Hassan FatmaDhea Ayu MeisarahGunawan Gunawan
Hafidzhatu Zhahira SyahwaEmy Yunita Rahma PratiwiKailla Aurelia PutriM. Darul QuthnyMuhamad ArdiantoMuhammad Zaki Ghofur
Ayu uswah munjiah AyuMuhammad Hifni Fajriani HifniNeng Widiya Puspitasari WidiyaUjang Jamaludin Ujang