Ni Putu Ariska Desi AnjaniIda Ayu Kade Sri SukmadewiNi Putu Darmara Pradnya Paramita
Pura Goa Giri Putri merupakan salah satu warisan budaya luhur Indonesia berwujud arsitektur bangunan bertempat di Desa Pakraman Suana, Nusa Penida, Klungkung, Bali. Pengambilan nama pura ini berawal dari lokasinya yang terletak di kaki bukit, dengan etimologi Giri artinya bukit/gunung, dan putri memiliki makna wanita atau keibuan. Dalam konsep ajaran Hindu, kata Putri memiliki sebuah makna simbolis bagi kekuatan/kesaktian Tuhan yang memiliki sifat keibuan atau kewanitaan (Dunia, Dharma, 2007:3). Goa Giri Putri merupakan tempat bersemayamnya kekuatan/kesaktian Tuhan dalam manifestasinya sebagai Hyang Giri Putri sakti dalam wujudnya sebagai Siwa. Arsitektur Bangunan Pura Goa Giri Putri dipilih sebagai ide pemantik untuk memenuhi tugas akhir penciptaan tiga jenis koleksi busana yaitu busana Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Semi Couture yang dikemas dengan pengungkapan metafora bergaya exotic dramatic yang mengacu pada lima kata kunci terpilih yaitu, Goa, Stalaktit, Karang Bhoma, Tri Hita Karana, dan Magis. Proses penciptaan karya busana berlandaskan metodologi penciptaan desain oleh Tjok Ratna Cora, yaitu “FRANGIPANI, The Secret Steps of Art Fashion” (Frangipani, Tahapan-tahapan rahasia dari Seni Fashion). FRANGIPANI terdiri dari sepuluh tahapan proses perancangan desain fashion berdasarkan identitas budaya Bali. Melalui penciptaan tiga koleksi karya busana ini, penulis secara tidak langsung ikut serta berperan dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia yang ditujukan melalui bentuk busana fashion.
A.A. Istri Bintang AnggaraeniIda Ayu Wimba RuspawatiNi Kadek Yuni Diantari
Ni Nyoman Ari SugiartiniI Ketut Muka PendetNi Kadek Yuni Diantari
Ni Putu Maria Abdi IsaA.A. Ngurah Anom Mayun K. TenayaMade Tiartini Mudarahayu
Marcelina Magdalena MorayIda Ayu Kade Sri SukmadewiA.A. Ngurah Anom Mayun K. Tenaya
Andi Ola WikramiwardanaAndi Rahmiani MaulanaSiti Aisyah Abdul Rahman