Penelitian ini mengkaji strategi pastoral Gereja Keuskupan Ruteng dalam menanggapi maraknya politik patronase di wilayah Manggarai pasca-reformasi. Dengan menggunakan pendekatan teologi publik, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Gereja menyuarakan nilai-nilai etis dan iman di tengah konteks politik lokal yang koruptif. Melalui metode kualitatif studi kepustakaan yang menelaah dokumen resmi Gereja seperti surat gembala dan dokumen sinode , ditemukan bahwa keterlibatan Gereja selama ini lebih bersifat edukatif-moral. Strategi ini diwujudkan melalui upaya praksis seperti animasi publik untuk menumbuhkan budaya malu dan kejujuran, radikalisasi sikap etis lewat edukasi dan kampanye anti-politik uang, serta desakan pada institusi demokrasi untuk bekerja secara adil. Meskipun upaya ini merupakan kontribusi publik yang penting, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut belum secara efektif menyentuh akar struktural politik patronase. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Gereja memperdalam keterlibatannya dengan memadukan pendekatan moral dan spiritualnya dengan strategi advokasi struktural yang lebih terarah serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan perubahan sosial yang lebih utuh dan demokrasi yang bermartabat.
Servitia D.B. WandutImakulata MurniDariana Amul
Keristian Dahurandi Benediktus Denar