Andi MalakaRoro Sri Rejeki WaluyajatiKustana Kustana
Artikel ini mengkaji konstruksi tafsir eksklusif terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkonotasi kekerasan, seperti QS. At-Taubah:5, QS. Al-Baqarah:191, dan QS. Al-Anfal:12, yang sering dijadikan legitimasi tindakan radikal atas nama agama. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika kritis Fazlur Rahman (double movement), analisis relasi kuasa Michel Foucault, dan perspektif sosiologi agama, studi ini membongkar dimensi ideologis dan politis dalam praktik penafsiran. Tafsir literalistik tanpa mempertimbangkan konteks historis (asbāb al-nuzūl) dan maqāṣid al-sharī‘ah menyebabkan dislokasi makna serta reproduksi kekuasaan simbolik dalam wacana keagamaan. Artikel ini menawarkan model rekonstruksi tafsir berbasis etika profetik dan nilai maqāṣid, khususnya perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan pencegahan kerusakan (dar’u al-mafāsid), sebagai jalan menuju tafsir inklusif dan damai. Studi ini menegaskan urgensi reformasi metodologis dalam dunia tafsir agar Al-Qur’an kembali menjadi sumber nilai rahmatan lil-‘ālamīn yang relevan dengan masyarakat plural dan demokratis.
Aspandi AspandiTiya Wardah Saniyatul Husnah
Safria AndyGhita Kinanti Pratiwi SembiringWildan Hamdani Nasution