Aziz Bashor PratamaMoh. Arif Rakman Hakim
Misinterpretation in understanding religious texts is a major factor in shaping radilacist ideology. Qur'anic verses that are often misunderstood are the command of war or qital [2; 190, 191, 193, 216], [3; 156], [4; 75], [5; 33, 64], [8; 39, 57], [9; 5, 13, 29, 36], [22; 39], [47; 4] and jihad [22: 78] as legitimacy to claim someone's disbelief, so that violent actions become things that must be applied when dealing with it and even must be fought and destroyed. This paper aims to uncover the real maqāṣid side of the claims of theism verses in the Qur'an that acts as a counter misinterpretation. This study uses analysis maqashidi interpretation and takes four methodological stages, namely a) considering all aspects of benefit, b) collecting verses based on thematic models, c) analysing from semantic to historical aspects, d) contextualising and discussing them with developing science. This paper asks 2 questions, namely: a) What is the view of Maqāsidī interpretation on the claims of terrorism verses? b) How does Maqāsidīinterpretation counter the claims of terrorism verses? The findings in this paper show that literal and ahistorical interpretations have the potential to damage the maqashid of the Qur'an. War verses act as a form of defence to fight for justice and common good, as in the seven values of Maqāsidīinterpretation. The vision and mission of Islam is to bring mercy to all people.Abstrak: Misinterpretasi dalam memahami teks-teks keagamaan menjadi faktor utama dalam membentuk ideologi radilakisme. Ayat-Ayat Al-Qur’an yang sering disalahpahami adalah perintah perang atau qital [2; 190, 191, 193, 216], [3; 156], [4; 75], [5; 33, 64], [8; 39, 57], [9; 5, 13, 29, 36], [22; 39], [47; 4] dan jihad [22: 78] sebagai legitimasi untuk mengklaim kekafiran seseorang, sehingga tindakan kekerasan menjadi hal yang harus diterapkan ketika berhadapan dengan hal tersebut bahkan harus diperangi dan dibinasakan. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap sisi sesungguhnya maqāṣid dari klaim ayat-ayat teorisme dalam Al-Qur’an yang berperan sebagai counter misinterpretasi. Dalam tulisan ini menggunakan analisis tafsir maqashidi dan menempuh empat tahapan metodologis yakni a) mempertimbangkan segala aspek kemaslahatan, b) mengumpulkan ayat berdasarkan model tematik, c) menganalisa dari aspek semantik hingga historis, d) melakukan kontekstualisasi dan mendiskusikannya dengan keilmuan yang berkembang. Tulisan ini mengajukan 2 pertanyaan yakni: a) Bagaimana pandangan tafsir Maqāsidī terhadap klaim ayat-ayat terorisme? b) Bagaimana counter tafsir maqāsidī terhadap interpretasi klaim ayat-ayat terorisme? Temuan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa penafsiran literal dan ahistoris berpotensi merusak maqashid Al-Qur’an. Ayat-ayat perang berlaku sebagai bentuk difensif untuk memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan bersama, sebagaimana dalam tujuh nilai-nilai tafsir Maqāsidī. Visi dan misi Islam sejatinya membawa rahmat bagi seleruh alam semesta tidak memandang ras, suku, bangsa dan bentuknya.
Muhammad SalehAbdul Kadir RiyadiNafi’ Mubarok
Faiz FarichahAhmad Musonnif AlfiMoh. RozinNur Huda