Valentino Rossi LandaVicky Bin DjusminShindy Ekawati
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa terhadap materi sistem pencernaan manusia yang bersifat abstrak dan kurang menarik jika hanya disampaikan secara konvensional. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu menyajikan materi secara lebih nyata dan interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran sistem pencernaan manusia berbasis Augmented Reality (AR) yang ditujukan bagi siswa SMPN 2 Palopo. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R\&D) dengan pendekatan model pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahapan, yaitu: concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Media ini dikembangkan menggunakan beberapa perangkat lunak, antara lain Unity 2022 sebagai platform utama, Blender 3.0 untuk pembuatan objek 3D, Vuforia Engine untuk teknologi AR, serta Audacity untuk pengolahan audio. Produk akhir berupa aplikasi berbasis Android dengan format APK yang memungkinkan siswa memvisualisasikan organ-organ sistem pencernaan dalam bentuk tiga dimensi yang dilengkapi dengan tampilan audio-visual. Hasil validasi dari dua ahli aplikasi menunjukkan skor rata-rata sebesar 3,58 dari skala 4, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Selain itu, hasil angket dari lima siswa sebagai responden uji coba menunjukkan skor rata-rata 3,8 yang juga termasuk kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AR yang dikembangkan tidak hanya layak secara teknis dan desain, tetapi juga efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi. Media ini berpotensi untuk diimplementasikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna di lingkungan pendidikan.
Maret Rista KarentiusOktavia Hardiyantari
Juannita JuannitaBambang Prasetya Adhi