Wali AraTaufiq TaufiqMalahayatie
Sistem Ekonomi Islam mengintegrasikan nilai-nilai moral dengan praktik ekonomi Islam untuk menciptakan kesejahteraan sosial yang berkeadilan, yaitu mengintegrasikan nilai moral adat suku Gayo di Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktek ekonomi masyarakat Gayo dalam integrasi adat dan ekonomi Islami. Metode penelitian menggunakan studi pustaka yaitu melakukan pengumpulan data dan penelusuran literature dan dokumentasi seperti buku, artikel dan berita-berita yang relevan serta melkukan analisis dengan melakukan penyesuaian data yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekonomi masyarakat Gayo, seperti tradisi Alang Tulung Beret Berbantu, mencerminkan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kebersamaan, dan solidaritas. Sistem gotong royong ini tidak hanya menjadi mekanisme distribusi tenaga kerja dan hasil produksi, tetapi juga memperkuat nilai sosial dan moral, tanpa bergantung pada pasar konvensional. Nilai-nilai adat seperti tertib, setie, dan semayang/gemasih sejalan dengan prinsip Islam seperti amanah, tolong-menolong, dan menepati akad. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat Gayo dipandang sebagai bagian dari ibadah, dengan menanamkan nilai niat karena Allah (niyyah) dan bekerja sebaik mungkin (ihsan). Tradisi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal mampu memperkuat etika bisnis Islam dan menghindarkan masyarakat dari praktik merugikan. Dengan demikian, ekonomi berbasis budaya lokal Gayo berpotensi menjadi model ekonomi Islam yang berkelanjutan, adil, dan berbasis nilai spiritual.
Arisman ArismanJefrinando Jefrinando
Dewi Nur FajriyatiArivatu Ni’mati RahmatikaBekti Widyaningsih